Suara.com - Usaha pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal dalam program hilirisasi mineral terus didorong oleh pemerintah. Salah satunya melalui pembangunan Politeknik yang terintegrasi dengan industri, seperti yang dilakukan oleh PT Virtue Nickel Dragon Industry (VDNI) di Sulawesi Tenggara.
Penasihat Khusus Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Prof. Yohanes Surya mengatakan, politeknik ini bisa menjadi salah satu bagian transfer teknologi yang dilakukan perusahaan agar nantinya bisa menggantikan tenaga kerja asing yang bekerja di pabrik.
Politeknik tersebut akan berada di dalam area Kawasan Industri Morosi, Konawe, Sulawesi Tenggara.
”Kalau ada tenaga asing yang saat ini mungkin masih ada, kita harapkan begitu Politeknik berdiri dan begitu sudah ada lulusannya, tenaga-tenaga asing itu sudah tidak perlu lagi, semua adalah tenaga lokal,” ujar Prof. Yohanes Surya dalam keterangannya di sebuah video, ditulis Jumat (29/01/2021).
Menurutnya, hal tersebut dikarenakan semua fasilitas yang diberikan mulai dari kurikulum hingga pengajarnya disiapkan agar sesuai dengan keterampilan yang dibutuhkan oleh industri.
Ia meminta Pemda setempat untuk memperhatikan bersama-sama hal tersebut dengan perusahaan yang ada di sana. Sehingga SDM yang ada di wilayah tersebut bisa meningkat kemampuannya.
“Politeknik ini akan dibangun secara internasional dan dosen-dosennya pun dosen yang hebat-hebat. Sehingga kalau dosennya sudah bagus, kurikulumnya bagus, INTEK-nya ini kita persiapkan. Jadi dari lulusan SMA kita mungkin kasih matrikulasi dulu, persiapkan dulu sebelum nantinya masuk Politeknik,” jelas Prof. Yohanes.
Dengan adanya politeknik di Kawasan Industri Morosi, diharapkan dapat menciptakan SDM lebih baik lagi dan mereka harus mampu berkerja sama dengan semua institusi pendidikan baik di dalam maupun luar negeri.
“Kita harapkan Politeknik ini bisa bekerja sama tidak hanya dengan yang ada di Indonesia, bahkan yang kita harapkan dengan Politeknik atau Universitas top yang ada di Tiongkok, sehingga kita bisa ambil ilmunya mereka,” lanjutnya.
Baca Juga: 238 Mahasiswa Politeknik Transportasi Darat Positif Corona, Ini Faktanya
Pasalnya, ketika ada institusi pendidikan yang mampu bekerja sama dengan Universitas di luar yang mampu memecahkan masalah yang selama ini tidak bisa dicapai oleh Indonesia seperti rare earth atau logam tanah jarang yang sudah mampu diolah oleh Tiongkok.
“Misal kalau kita mau ke arah sana gitu ke depannya bisa aja. Sebab kan di dalam nikel kan juga banyak logam tanah jarangnya dan lainnya gitu. Itu yang kita harapkan ke depannya kerja sama dengan perusahaan China, katakanlah saya bekerja sama dengan perusahaan maupun universitas di China atau di sini juga dengan UI, ITB, dan lain-lain bersama-sama membangun ini," ucapnya.
Yohanes berharap, Politeknik tersebut dapat menjadi Politeknik bertaraf internasional yang bisa jadi pendorong universitas lain untuk bangkit.
Dengan keberadaan Politeknik yang akan diberi nama Virtue Dragon Institute of Technology tersebut diharapkan bisa menjadi pendorong dan mengangkat kualitas perguruan tinggi lainnya yang berada di wilayah tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
Terkini
-
Telkom Solution Perkuat Sinergi Lintas Industri, Dorong Akselerasi Ekonomi Nasional Berbasis Digital
-
Wamen Investasi Klaim Perjanjian Tarif dengan AS Tak Ganggu Kemandirian Indonesia
-
Ignasius Jonan Resmi Jadi Komisaris SOHO, Manajemen Ungkap Alasan Perombakan
-
Menuju Solar Based Economy: Tantangan Regulasi dan Pendanaan Program PLTS 100 GW Presiden Prabowo
-
Indonesia Terbitkan Obligasi Euro dan Yuan, Gangdeng Tiga Bank Terkemuka
-
Produsen Mie Sedaap Bantah Ada PHK Jelang Lebaran 2026
-
Toko Perhiasan Impor Kadali Pemerintah Lewat 'Barang Spanyol', Negara Tekor Triliunan Rupiah
-
PPRO Lepas Gembok, Ini Daftar Pemegang Sahamnya
-
Bonus Hari Raya Ojol Diumumkan Bareng SE THR Pekerja
-
Kriteria ASN Wajib Ikut Pelatihan Militer Komcad, Dapat Gaji dan Tunjangan Penuh