Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai Senin (1/2/2021) besok, memberlakukan kembali review atas persyaratan efek yang dapat ditransaksikan dan dijaminkan dalam rangka transaksi marjin berdasarkan kriteria pada ketentuan III.1 pada Peraturan Bursa Nomor II-H tentang Persyaratan dan Perdagangan Efek dalam Transaksi Marjin dan Transaksi Short Selling.
Review atas Daftar Efek Marjin tersebut mulai diberlakukan besok, Senin (1/2/2021).
Ada 25 saham terlempar dari daftar efek margin, dan ada 53 saham baru yang masuk ke dalam daftar saham margin, sehingga totalnya untuk periode Februari 2021 mencapai 183 saham, dari sebelumnya sebanyak 155 saham.
"Langkah ini dengan memperhatikan kondisi pasar dan aktivitas transaksi bursa saat ini, serta menindaklanjuti surat dari Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," demikian keterangan BEI yang dikutip Minggu (31/1/2021).
Selain itu, BEI juga mengatakan bahwa hingga saat ini tidak ada daftar efek yang dapat ditransaksikan secara short selling sampai dengan waktu yang akan ditentukan kemudian.
Berikut saham yang keluar dari daftar marjin:
- PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII)
- PT Bank Bukopin Tbk. (BBKP)
- PT MNC Investama Tbk (BHIT)
- PT Global Mediacom Tbk (BMTR)
- PT Bank Permata Tbk (BNLI)
- PT Batavia Prosperindo Trans Tbk. (BPTR)
- PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk (CARS)
- PT Communication Cable Systems Indonesia Tbk (CCSI)
- PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT)
- PT Central Omega Resources Tbk (DKFT)
- PT Dyandra Media International Tbk (DYAN)
- PT Eastparc Hotel Tbk (EAST)
- PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA)
- PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI)
- PT Indospring Tbk (INDS)
- PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV)
- PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA)
- PT Kino Indonesia Tbk (KINO)
- PT Modernland Realty Tbk (MDLN)
- PT Mahkota Group Tbk (MGRO)
- PT Multipolar Tbk (MLPL)
- PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME)
- PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO)
- PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE)
- PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP)
Sementara ada daftar 53 saham baru yang masuk dalam daftar marjin yang bisa ditransaksikan oleh anggota bursa dengan nilai modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) Rp 250 miliar:
- PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR)
- PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC)
- PT Astra Graphia Tbk (ASGR)
- PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN)
- PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL)
- PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA)
- PT BISI International Tbk (BISI)
- PT Bank Maybank Indonesia (BNII)
- PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP)
- PT Cardig Aero Services Tbk (CASS)
- PT Cahaya Bintang Medan Tbk (CBMF)
- PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN)
- PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP)
- PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA)
- PT Intiland Development Tbk (DILD)
- PT Jaya Bersama Indo Tbk (DUCK)
- PT MD Pictures Tbk (FILM)
- PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL)
- PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI)
- PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC)
- PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM)
- PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk (IPOL)
- PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV)
- PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC)
- PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA)
- PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK)
- PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK)
- PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA)
- PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK)
- PT Emdeki Utama Tbk (MDKI)
- PT Nusantara Infrastructure Tbk (META)
- PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP)
- PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA)
- PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS)
- PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR)
- PT Panin Sekuritas Tbk (PANS)
- PT Phapros Tbk (PEHA)
- PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO)
- PT Paninvest Tbk (PNIN)
- PT PP Presisi Tbk (PPRE)
- PT Pratama Widya Tbk (PTPW)
- PT Pyridam Farma Tbk (PYFA)
- PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA)
- PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC)
- PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO)
- PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP)
- PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM)
- PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG)
- PT Sunindo Adipersada Tbk (TOYS)
- PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA)
- PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK)
- PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC)
- PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID)
Berita Terkait
-
Pekan Terakhir Januari 2021, IHSG Ditutup Anjlok 117 Poin
-
43 Saham Terdepak Aturan Marjin, BEI : Diumumkan Dalam Waktu Dekat
-
Saham yang Terdepak Short Selling Hasil Review BEI Selama 6 Bulan
-
Banyak Pelaku Pasar Modal Pertanyakan Kebijakan BEI Nomor S-00259
-
Main Saham Dari Modal Utang, Bukannya Untung Malah Buntung
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Perpanjangan PPN DTP 100 Persen, Rumah Tapak di Kota Penyangga Jadi Primadona
-
Sinergi Strategis Hilirisasi Batu Bara, Wujudkan Kemandirian Energi Nasional
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK