Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta kepada para pejabat di Kementerian hingga di daerah agar tidak berperilaku sombong.
Menurut Luhut, posisi jabatan hanya sementara. Ia menganjurkan, pejabat harusnya bisa berkontribusi terhadap perekonomian rakyat.
"Saya titip kepada semua para pejabat mari kiat bekerja dengan hati jangan kita merasa sombong dan hebat sebab kita berada di posisi ini. Ini posisi sementara, tapi apa yang kita kontribusikan kepada rakyat harus kita lakukan betul-betul dengan hati," ujar Luhut dalam Webinar Karya Kreatif Indonesia, Rabu (3/3/2021).
Mantan Kepala Staf Presiden ini menuturkan, para pejabat bisa memajukan perekonomian rakyat dengan membelanjakan anggaranya untuk membeli produk UMKM.
Dalam hal ini, Luhut menyebut, Bank Indonesia (BI) bakal membuat konsep belanja para pejabat terhadap produk UMKM.
"Saya percaya bahwa BI untuk menciptakan konsep belanja bersama para pejabat dari K/L yang diatur dan diagendakan untuk belanja setiap bulan," ucap Luhut.
Selain itu, Luhut menambahkan, pejabat juga bisa membantu UMKM untuk bisa go digital dengan menyiapkan infrastruktur pendukung.
Ia menerangkan, BI juga telah membantu digitalisasi dari sisi sistem pembayaran dengan menggunakan kode QR QRIS.
"Saya senang BI betul-betul turun kebawah dengan QRIS, jadi kita melihat betapa peran BI betul betul berikan ini. Saya sudah mengikuti berapa tahun dan saya juga apresiasi kepada BI," pungkas dia.
Baca Juga: Diskusi Bareng Luhut, Utusan Presiden AS Bahas Kerja Sama Energi Bersih
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH
-
Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan
-
Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe
-
Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen
-
Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak
-
Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen
-
Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak
-
Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI
-
RI Bakal Punya Pusat Riset Timah di Bangka
-
Gegara Pelemahan Rupiah, Harga AC dan TV Langsung Naik