Suara.com - Banyaknya kelapa utuh asal Indonesia yang diekspor ke China membuat kebutuhan dalam negeri tak terpenuhi. Hal tersebut dikatakan Ketua Bidang Perdagangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Benny Soetrisno.
"Kita akan membuat surat kepada pemerintah untuk dilakukan pelarangan ekspor kelapa karena ada beberapa pengusaha mengeluhkan masalah itu juga karena ekspor kelapa ke China cukup besar, sementara industri hilirisasi kelapa dalam negeri kekurangan bahan," kata Benny dalam acara webinar bertajuk Konfrensi 500K Eksportir Baru, Senin (19/4/2021).
Padahal kata Benny ekspor kelapa utuh nilainya lebih rendah jika dibandingkan dengan ekspor produk kelapa turunnya, sehingga kata dia pemerintah diminta melarang ekspor kelapa utuh.
Apalagi kata dia Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam yang bisa menjadi keunggulan produk-produk ekspor nasional.
Benny menuturkan Indonesia memiliki banyak produk komparatif yang tidak banyak dihasilkan oleh negara lain.
"Kalau sudah memiliki komparatif tentu tidak sulit untuk menjadi kompetitif. Tapi kita harus memilih dulu yang komparatif itu apa," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
DJP Ungkap Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta di H+1 Lebaran
-
Jelang Deadline, Jumlah Wajib Pajak Lapor SPT Tembus 8,7 Juta
-
Hari Air Sedunia: Ini Sederet Kisah Pertamina dari Ujung Papua hingga Wilayah Bencana
-
Jadwal Operasional BRI Pasca Libur Lebaran 2026
-
Harga Minyak Naik, Prabowo Kebut Proyek PLTS buat Gantikan Tenaga Diesel
-
Seluruh Rest Area di Tol Cipali Akan Berlakukan Sistem Buka Tutup
-
Biang Macet Saat Mudik Terungkap! 21 Ribu Kehabisan Saldo E-Toll
-
Jangan Lupa! Besok Pasar Saham RI Kembali Dibuka, IHSG Diproyeksi Anjlok
-
Gegara Selat Hormuz Tutup, Harga BBM di AS Tembus Rp 68.000
-
BRILink Agen Bukukan Transaksi Rp1.746 Triliun: Bukti BRI Percepat Inklusi Keuangan Nasional