Suara.com - Produk-produk AFC memiliki kandungan probiotik yang bisa membantu masalah pencernaan sekaligus menghilangkan kotoran dan racun berbahaya di dalam tubuh manusia.
Oleh karena itu, produk AFC sangat potensial mencegah penyakit yang berawal dari usus seperti penyakit kanker.
Dr. Susilorini, dr. MSI. med, SpPA menjelaskan bahwa hampir semua penyakit yang diderita manusia bermula dari usus. Ia merujuk kepada pernyataan bapak kedokteran modern Hipocrates yang menyatakan bahwa di dalam tubuh yang sehat terdapat usus yang sehat.
Perkembangan ilmu pengetahuan membuktikan hal tersebut karena sistem pencernaan yang sehat akan memperkuat sistem imun tubuh yang akhirnya melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Saluran pencernaan sendiri menjadi tempat tinggal miliaran mikroorganisme (mikrobiota) yang memiliki hubungan simbiosis dengan tubuh manusia.
Mikrobiota ini memiliki peran penting dalam perkembangan usus, meliputi aspek sistem kekebalan, metabolisme, penyerapan nutrisi, produksi asam lemak dan vitamin esensial, hingga melawan mikroorganisme patogen.
"Ekosistem yang terbesar itu berada di dalam usus dan sangat mempengaruhi semua sistem organ manusia. Itu sebabnya hampir semua penyakit berasal dari usus," kata Dr Susilorini ditulis Selasa (18/5/2021).
Apalagi, dokter yang menempuh pendidikan sarjana di Universitas Diponegoro ini mengingatkan bahwa pada masa modern ini usus manusia mudah sekali mengalami kerusakan karena banyak beredar makanan yang mengandung zat adiktif hingga zat pengawet.
Ketidakseimbangan mikrobiota di dalam saluran pencernaan akan berkontribusi pada terjadinya beberapa masalah kesehatan seperti obesitas, asma, penyakit radang usus, dan kanker.
"Makanan fungsional ini yang bisa membersihkan usus, memperbaiki usus. Nah, produk AFC itu mengandung nutrisi dari beberapa makanan seperti anggur, kiwi, rumput laut, hingga nanas. Kemudian produk AFC menggunakan teknologi stem cell yang memanfaatkan pembungkus telur hokkaido Salmon," jelasnya.
Baca Juga: Studi: Makanan Tinggi Garam Berisiko Menghancurkan Sel Kekebalan Tubuh
Ia mengingatkan untuk berhati-hati dalam mengonsumsi makanan. Hal itu karena makanan memiliki pengaruh kepada gen maupun epigenetik. Konsumsi probiotik juga dipercaya memiliki efek protektif dalam melawan perkembangan kanker usus.
Bahkan, sebuah hasil penelitian juga menyatakan bahwa probiotik dapat mencegah dan menghambat proses karsiogenesis dalam usus.
"Epigenetik itu adalah microenvironment (lingkungan mikro) di luar gen yang mempengaruhi gen. Kalau ada radang kronik akan mencetuskan banyak sekali penyakit termasuk penyakit kanker," paparnya.
Perlu diketahui, Dokter Susilorini mengenal AFC Indonesia dari sopir taksi langganannya. Kala itu sang sopir taksi kerap bercerita tentang produk-produk baik SOP100+, Utsukushhii, maupun SOP Subarashi. Ia mengaku dirinya tertarik dengan produk-produk AFC karena pernah melakukan penelitian mengenai sel punca (stem cell).
"Utsukushhii ini menjawab setiap problema yang terdapat di usus seperti menyeimbangkan ekosistem, memperbaiki kerusakan di dinding usus, dan memperbaiki sistem imun. Oleh karena itu, produk AFC bisa melawan keganasan penyakit kanker," tegasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Ubah Indentitas, Mayoritas Bisnis PIPA akan Lebih Condong ke Migas
-
Pastikan Harga Rumah Subsidi Tak Melejit, Menteri PKP: Program Gentengisasi Masih Dikaji!
-
Tok! Pemerintah Gratiskan PPN 100 Persen untuk Tiket Pesawat Lebaran 2026, Cek Syaratnya
-
DJP Endus Pengemplang Pajak di Sektor Baja dan Hebel
-
Alasan Pemerintah Gunakan Beras Bulog untuk Jemaah Haji
-
Layanan Perbankan Kini Bisa Diakses Lewat Smartwatch
-
11 Juta PBI BPJS Kesehatan Mendadak Nonaktif, Bagaimana Dana Jaminan Sosial Dikelola?
-
Dihantam Kasus IPO, Ini Pembelaan Manajemen Baru PIPA
-
Cara Purbaya Kejar Setoran Pajak demi Tax Ratio 12 Persen
-
Purbaya Siapkan Rp 15 Miliar Buat Anggaran Reaktivasi BPJS Kesehatan