- BPI Danantara resmi menjadi pemegang saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk dengan porsi kepemilikan minoritas di bawah satu persen.
- Pembelian saham dilakukan melalui pasar sekunder sebagai langkah investasi strategis untuk memperoleh keuntungan bagi pihak pengelola dana pemerintah.
- Manajemen GOTO menyambut positif investasi tersebut sebagai bentuk kepercayaan terhadap prospek bisnis perusahaan di masa mendatang pada Mei 2026.
Suara.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) telah menggenggam saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO). Namun, kepemilikan saham Danantara di GOTO masih kecil di bawah 1 persen.
Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, memastikan belum ada rencana untuk menambah saham GOTO. Menurutnya, aksi korporasi ini hanya sebagai investasi saja.
"Ya kita lihat aja, itu kan hanya investasi aja dan memang seharusnya bisa menghasilkan profit yang baik Kita lihat juga, ke sana gak ada tambahan yang lain," ujarnya saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (11/5/2026).
Pandu juga mengaku, Danantara belum memiliki strategi lain dalam investasi di GOTO. Saat ini, Danantara posisinya hanya menunggu hasil dari investasi yang sudah dikeluarkan.
"Belum mikirin sampai sejauh mana. Kita nanti lihat aja, kalau udah ada game plan nanti kita komunikasikan ke publik," ucapnya.
Diam-diam, institusi pengelola investasi "raksasa" milik pemerintah ini mulai mencaplok saham emiten teknologi tanah air, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
Kabar masuknya Danantara ke dalam struktur pemegang saham GOTO dikonfirmasi langsung oleh pihak manajemen. Corporate Secretary GOTO, R A Koesoemohadiani, mengungkapkan bahwa Danantara telah mengeksekusi pembelian saham GOTO melalui pasar sekunder (bursa).
“Perseroan menyambut baik investasi tersebut, sebagaimana juga investasi dari seluruh pemangku kepentingan lainnya,” ujar Koesoemohadiani dalam keterangannya dikutip Rabu (6/5/2026).
Meski tidak merinci nilai transaksinya, manajemen menyebut porsi kepemilikan Danantara saat ini masih berada di bawah angka 1 persen dari total saham tercatat. Walau tergolong minoritas, masuknya "tangan kanan" pemerintah ini menjadi suntikan moral yang besar bagi emiten berkode saham GOTO tersebut.
Baca Juga: Rebalancing MSCI Diumumkan Besok, Danantara Pede Pasar Modal RI Tak Turun Kasta
Koesoemohadiani menilai, keputusan Danantara berinvestasi di GOTO mencerminkan kepercayaan investor institusi terhadap prospek bisnis perseroan di masa depan. Hal ini juga menjadi pemicu bagi perusahaan untuk terus menjaga tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Meski Sudah Deal, Bahlil Akui Impor Minyak Mentah dari Rusia Terhambat
-
Purbaya Incar Pajak Ecommerce Usai Diprotes Pedagang Offline, Tapi Akui Belum Pede
-
Pelaku Usaha: Biaya-biaya di E-Commerce Mulai Tak Masuk Akal
-
Produk Lokal RI Siap Ekspor ke Pasar ASEAN Berkat Jualan Online via Live
-
Bahlil Sebut Implementasi B50 Punya Peluang Molor Lagi
-
Investasi Blockchain Mulai Dikenalkan ke Mahasiswa
-
Botol Plastik Kini Bisa Ditukar BBG untuk Bajaj Gas
-
OSL Indonesia Resmi Gabung Ekosistem ICEx Group, Perkuat Infrastruktur Kripto Nasional
-
Seller Alihkan Penjualan ke Website, Era Belanja di E-Commerce Berakhir?
-
Investor Masih Nahan Dana, IHSG Terus Meluncur Turun ke Level 6.905