Suara.com - DeBio Network dan KILT Protocol mengumumkan kolaborasi untuk memasukkan Kredensial KILT ke dalam platform DeBio Network yang mengutamakan anonimitas untuk data medis dan bioinformatika.
KILT akan berfungsi sebagai dasar dari infrastruktur akreditasi, yang memungkinkan laboratorium dan fasilitas biomedis untuk menanamkan kredensial pada hasil tes medis, hasil perunutan genom, dan kolaborasi antar lab.
"DeBio Network dirancang untuk mencegah penyalahgunaan data genetik, pelanggaran privasi dan keamanan, dan praktik penjualan data genetik tanpa persetujuan. Kami menerapkan teknologi transformatif - kerangka kerja blockchain Substrate, protokol identitas KILT dan penyimpanan desentralisasi IPFS - untuk memenuhi misi ini," kata Pandu Sastrowardoyo, penggagas DeBio Network dalam keterangan persnya, Selasa (18/5/2021).
Setelah membangun prototipe di Ethereum, DeBio Network beralih ke Substrate untuk mendapatkan keuntungan dari integrasinya yang mulus dengan Polkadot, protokol yang dapat diskalakan dan dapat dioperasikan.
DeBio Network bertujuan untuk meluncurkan Polkadot parachain akhir tahun ini dan bermaksud untuk bermitra dengan beberapa proyek ekosistem Polkadot termasuk KILT.
KILT adalah protokol blockchain yang memungkinkan model bisnis inovatif dan agnostik industri seputar identitas.
KILT bermaksud untuk memberikan DeBio Network mekanisme untuk mengeluarkan kredensial yang dapat dibatalkan dan diverifikasi yang memastikan privasi dan keamanan data.
"Dalam membangun platform yang mengutamakan anonimitas, DeBio Network mengubah interaksi medis bagi konsumen - benar-benar pendekatan Web3, yang penting untuk mendorong digitalisasi sektor perawatan kesehatan," kata Ingo Rübe, pendiri KILT Protocol dan CEO BOTLabs GmbH.
"Memasukkan kredensial yang dapat diverifikasi melalui KILT memberi pengguna anonimitas yang diperlukan untuk data pribadi tersebut, menambahkan lapisan kepercayaan yang memberi pengguna kendali atas informasi kesehatan mereka," ucapnya.
Baca Juga: Pedoman CDC Terkait Izin Lepas Masker Setelah Vaksin Dinilai Membahayakan
Persyaratan penyimpanan juga merupakan elemen penting untuk platform DeBio Network, karena beberapa file perurutan genom dapat mencapai ukuran lebih dari satu gigabit.
DeBio Network menggunakan IPFS (InterPlanetary File System), protokol untuk menyimpan dan berbagi data dalam sistem file terdistribusi, untuk memenuhi kebutuhan penyimpanan dan kinerjanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Apa itu Whip Pink? Tabung Whipped Cream yang Disebut 'Laughing Gas' Jika Disalahgunakan
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Kemenperin Akan Guyur Dana Rp 318 Miliar untuk Pulihkan IKM Terdampak Banjir Sumatera
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Kekeringan Landa Padang, Kementerian PU Respon Cepat Krisis Air di Padang
-
PPRO Dorong Transformasi Bisnis Lewat Pendekatan Berbasis Pengalaman Konsumen
-
Jadi Calon Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono Akui Sentimen Pasar Negatif
-
Jadi Kandidat Deputi Gubernur BI, Dicky Kartikoyono Usung Penguatan Sistem Pembayaran
-
Bawa Oleh-oleh Investasi Rp90 Triliun, Prabowo Disebut Bikin Investor Asing Makin Percaya RI
-
Nilai Tukar Rupiah Masih Ungguli Dolar AS, Ditutup ke Level Rp 16.782/USD
-
IHSG Menguat Tipis, Emiten Tambang Emas Berjaya
-
GenKBiz Surabaya, Komitmen KB Bank Cetak Wirausaha Muda Inovatif Berbasis ESG