- Bencana banjir dan longsor di tiga provinsi Sumatera akan dipertimbangkan ESDM untuk mandatori B50 2026.
- Pemerintah memiliki tiga opsi pemenuhan CPO B50, termasuk pembukaan lahan baru perkebunan sawit.
- Kementerian ESDM menekankan kemandirian energi harus dicapai tanpa mengabaikan aspek lingkungan yang lebih lanjut dibahas.
Suara.com - Banjir dan longsor yang terjadi di tiga provinsi di Sumatera akan menjadi pertimbangan Kementerian ESDM, dalam pelaksanaan mandatori B50 yang rencananya mulai diberlakukan pada semester dua 2026.
Sebagaimana diketahui, banjir dan longsor yang terjadi di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh dikaitkan dengan isu pertambangan dan perkebunan.
Salah satunya soal perubahan lahan hutan menjadi perkebunan sawit.
Sementara dengan berlakunya mandatori B50 pada 2026 dipastikan kebutuhan crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah akan meningkat.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pernah mengungkap, guna memenuhi kebutuhan CPO untuk mandatori B50, terdapat tiga opsi yang akan dijalankan pemerintah, salah satunya pembukaan lahan baru untuk perkebunan sawit.
Terkait hal itu, apakah perluasan sawit akan tetap menjadi salah satu opsi dengan berkaca pada situasi yang terjadi di Sumatera, juru bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia memberikan tanggapan.
Dia menyebut bencana yang terjadi tiga provinsi Sumatera akan menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan mandatori B50 pada 2026.
"Ya akan dipertimbangkan pasti, ya, kalau dihapus dari opsi? Tidak. Sebenarnya kan kita tetap harus fokusnya mandiri secara energi juga," kata Anggia di Kementerian ESDM, Jakarta dikutip pada Sabtu (6/12/2025).
Dia mengklaim aspek lingkungan dalam upaya swasembada dan transisi energi menjadi pertimbangan utama Kementerian ESDM.
Baca Juga: Pemulihan Pasca-Banjir Sumatra Layanan Telekomunikasi
"Tapi bagaimanapun kemandirian energi harus diraih dengan tanpa merusak lingkungan. Pasti itu akan jadi diskusi lagi," kata Anggia.
Ketika ditanya apakah pemerintah nantinya akan condong pada intensifikasi (peremajaan perkebunan yang sudah ada) atau membatasi ekspor sawit, Anggi menyebut sejumlah pilihan itu nantinya akan dibahas, dan menunggu arahan dari Presiden Prabowo Subianto.
"Ada intensifikasi, segala macam-kan, dan lain-lain. Kita lihat-lah nanti apa yang akan dilakukan sesuai dengan arah Pak Presiden," kata Anggia.
Sebagaimana diketahui, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkap, tiga opsi yang akan dijalankan pemerintah guna memenuhi CPO untuk mandatori B50 pada 2026.
Tiga opsi itu, yakni pembatasan ekspor CPO atau pemberlakuan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO), peremajaan perkebunan sawit yang sudah ada atau intensifikasi, dan pembukaan lahan baru.
Adapun mandatori B50 bertujuan untuk menekan kebutuhan impor solar, sekaligus menuju transisi energi menuju energi baru terbarukan.
Berita Terkait
-
Pemulihan Pasca-Banjir Sumatra Layanan Telekomunikasi
-
Target 2026: Kementerian ESDM dan Danantara Matangkan Uji Kelayakan 18 Proyek Hilirisasi
-
Kementerian ESDM: Listrik di Aceh akan Pulih Kembali Sabtu Besok!
-
Bukan Stok Habis, Kelangkaan BBM di Aceh, Sumut, Sumbar Karena Akses Distribusi
-
Siap-siap! Bahlil Bakal Beri Sanksi Perusahaan Tambang Jika Terbukti Pemicu Bencana
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Digitalisasi Pengadaan Barang dan Jasa Kini Tak Terelakkan Lagi
-
Banjir Karawang, Peruri Kirim Bantuan Logistik
-
Danantara: Tender Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di 4 Daerah Diumumkan Februari
-
Menangis di DPR, Dirut PLN Ungkap Dahsyatnya Kerusakan Infrastruktur Listrik di Aceh
-
Intip Gaji Syifa, WNI yang Viral Gabung Tentara Militer AS
-
Dari Pinjam Tetangga ke Pinjol, Tradisi Baru Jelang Ramadan
-
Target Harga BBCA Usai Sahamnya Ambles Hari Ini
-
Pulihkan Layanan Dasar, Kementerian PU Percepat Rehabilitasi Sanitasi Pascabencana di Aceh Tamiang
-
Juli Mulai Jual Beli, Proyek Pipa Gas Cisem II Ditargetkan Rampung Maret 2026
-
Indonesia-Inggris Resmi Teken Kemitraan Strategis EGP di London