Suara.com - Pemerintah Inggris memastikan perhelatan PBB Climate Change Conference of the Parties ke-26 (COP26) akan tetap digelar di Glasgow pada 1-12 November mendatang. Perhelatan di tengah Covid-19 akan menggunakan standar protokol kesehatan yang aman dan ketat.
Penyelenggaraan COP26 ini merupakan bentuk komitmen pemerintah Inggris untuk menjadi model dalam pemanfaatan energi terbarukan.
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah menetapkan rencana baru untuk Build Back Greener dengan menjadikan Inggris sebagai pemimpin dunia dalam energi angin lepas pantai - menciptakan lapangan kerja, memangkas emisi karbon, dan meningkatkan ekspor.
Keseriusan pemerintah Inggris dalam hal energi terbarukan dibuktikan dengan alokasi dana sebesar 160 juta poundsterling untuk itu.
Anggaran tersebut dialokasikan untuk meng-upgrade pelabuhan dan infrastruktur di negara ini, seperti di Teesside dan Humber di Inggris Utara, Skotlandia, dan Wales.
Langkah-langkah tersebut akan meningkatkan kapasitas angin lepas pantai yang mampu memenuhi 10% kebutuhan listrik di Inggris, dan dicatat sebagai sebuah Langkah pemanfaatan angin lepas pantai terbesar di dunia.
Inggris berharap tindakan tersebut dapat membawa negara itu berada pada garis depan revolusi industri hijau.
“Kami fokus bekerjasama dengan semua negara untuk melakukan upaya bersama yang konsisten di empat bidang yaitu dengan membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat, memungkinkan komunitas dan habitat alami untuk beradaptasi dengan dampak perubahan iklim, memobilisasi pendanaan iklim, dan bekerja sama untuk melakukan aksi nyata,” jelas Presiden Climate Change Conference of the Parties ke-26 Alok Sharma dalam kunjungannya ke Jakarta baru-baru ini yang menjelaskan persiapan pemerintah Inggris mensukseskan KTT yang akan mempertemukan para negosiator iklim dari 196 negara serta pelaku bisnis, organisasi, para ahli dan pemimpin dunia di SEC Centre, Glasgow.
Enam tahun sejak COP21, saat Perjanjian Paris disetujui dan dunia sepakat untuk membatasi pemanasan global hingga 1,5C, KTT tahun ini akan menjadi tempat bagi semua negara berkomitmen untuk melakukan tindakan yang diperlukan demi menjaga target ini agar tetap hidup.
Baca Juga: Ajak Siswa Peduli Lingkungan, Sekolah Ini Pilih Gunakan Energi Terbarukan PLTS Atap
Pemerintah Inggris juga membuka peluang kerja sama dengan negara-negara lain di dunia untuk meningkatkan partisipasinya dalam penggunaan energi terbarukan.
Inisiatif ini termasuk bergabung dengan masyarakat sipil serta korporasi dan berbagi pengalaman yang pernah dilakukan Inggris untuk meningkatkan pengelolaan energi terbarukan.
Beberapa proyek energi terbarukan dari pemanfaatan air, angin, dan tenaga surya dengan teknologi Inggris diantaranya:
Energi Air
Inggris telah memanfaatkan energi air sebagai pembangkit listrik sejak tahun 1879, menjadikan negara yang dikenal dengan pasir putihnya sebagai pionir dalam hal ini.
Saat ini kapasitas pembangkit listrik tenaga air di Inggris mampu menyumbang 4.700 MW tenaga air dengan instalasi yang dipasang di daerah-daerah basah dan bergunung seperti Wales dan barat laut Skotlandia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Kecelakaan di Tol Pekanbaru-Dumai, 3 Penumpang Ambulans Tewas Seketika
-
Perang Baru! Iran Hujani Israel dengan Rudal
-
Rupiah Tak Kunjung Kuat, Kinerja Perry dan Purbaya Jadi Sorotan
-
Investor Terus Timbun Dolar, Rupiah Keok ke Rp18.126
-
Purbaya Tegaskan Masih Jabat Menkeu dan Tidak Ada Pembahasan Reshuffle, Ini Buktinya
Terkini
-
Purbaya Pamer Setoran Pajak Sektor Industri Tumbuh Tinggi, Perdagangan Naik 52,4%
-
Tak Jadi di Minerba, Bahlil Bilang Skema Bagi Hasil Hanya Sektor Migas
-
Meski Bisa Tentukan Harga Ekspor, DSI Diklaim Tak Akan Ambil Untung Berlebihan
-
Rupiah Jebol Rp18.110 dan IHSG Ambles 3%, Pasar Tak Percaya Jurus Baru Perry dan Purbaya?
-
IHSG Anjlok Parah Saat Rupiah Melemah Rp18.126, Analis Sebut Bisa Lebih Parah
-
Cadangan Devisa Indonesia Susut Rp23 Triliun Dalam Sebulan, Tapi Rupiah Kian Melemah
-
Harga Cabai Meledak hingga 20%, Telur Ikut Naik, Dompet Emak-Emak Terancam!
-
Rupiah Tak Kunjung Kuat, Kinerja Perry dan Purbaya Jadi Sorotan
-
Investor Terus Timbun Dolar, Rupiah Keok ke Rp18.126
-
Purbaya Tegaskan Masih Jabat Menkeu dan Tidak Ada Pembahasan Reshuffle, Ini Buktinya