Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melakukan kerja sama remitansi dengan salah satu perusahaan Penyelenggara Transfer Dana (PTD) global yaitu MoneyGram International.
Dengan adanya kerja sama ini, kini pengguna jasa MoneyGram di seluruh dunia dapat menggunakan website ataupun mobile app milik MoneyGram untuk mengirimkan dana ke keluarga ataupun rekan mereka di Indonesia.
Pengiriman dana bisa dilakukan dengan dua alternatif. Pertama dikirimkan langsung dari luar negeri ke rekening BRI penerima yang ada di Indonesia. Ataupun kedua secara cash pick up, di mana penerima dapat mengambil dana tunai langsung di seluruh unit kerja BRI yang berada di seluruh Indonesia.
Senior Executive Vice President (SEVP) Treasury and Global Services BRI Listiarini Dewajanti mengatakan, pihaknya mengapresiasi kerja sama yang dilakukan dengan MoneyGram ini, khususnya dalam menghadapi dinamika perkembangan teknologi di industri cross-border payment global.
"Salah satu cara terbaik dalam memperluas pasar serta membantu para nasabah BRI, adalah melalui kerjasama dengan MoneyGram yang telah memiliki jaringan global yang luas. Kami sangat berharap kerjasama strategis ini dapat berjalan dengan sukses dan berkelanjutan," tutur Listiarini Dewajanti dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, (10/6/2021)
Berdasarkan data World Bank, diperkirakan jumlah pengiriman dana dari luar negeri ke Indonesia sekitar US$9,8 Miliar atau sekitar Rp142 triliun (kurs US$/IDR 14.500). Jumlah tersebut terbilang jumbo dan dibutuhkan dukungan jaringan yang luas untuk memudahkan masyarakat mengambil uang kiriman dari luar negeri.
Dengan jumlah unit kerja lebih dari 9 ribu outlet dan tersebar di seluruh Indonesia, BRI optimistis dapat memberikan layanan terbaik khususnya bagi para penerima dana yang membutuhkan pengambilan dana secara cepat dan efisien.
Adapun untuk memberikan layanan yang lebih baik. Pada tahap berikutnya, BRI dan MoneyGram berencana untuk menyediakan fasilitas layanan pengiriman dana ke luar negeri.
“Suatu kehormatan untuk dapat menjadi partner BRI di Indonesia. Dengan tambahan jaringan yang lebih luas, kami akan menyediakan pelayanan yang lebih nyaman untuk para pelanggan. Kami sangat bersemangat dengan kerjasama ini, dan akan terus mengembangkan penawaran produk serta melebarkan jangkauan kami di Indonesia”, ungkap MoneyGram Head of South East Asia and Indo China, Vijay Poduval.
Baca Juga: Bisnis Kartu Kredit BRI Tumbuh 41% Meski Dihadang Pandemi Covid-19
Berita Terkait
-
BRI Dinobatkan Sebagai Best Overall di Bidang Tata Kelola Perusahaan dari IICD
-
BRI Raih Penghargaan Fintech dan Big Data Terbaik dari Digital CX Awards 2021
-
BRI Berdayakan Pengusaha Eceng Gondok Jadi UMKM yang Mendunia
-
BRIncubator Goes to KUBE, Upaya BRI Dorong Pelaku UMKM Melek Digital
-
Aset Bank BRI Tumbuh Selama Tiga Bulan Pertama Tahun Ini
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Pemerintah Indonesia dan Rusia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Investasi
-
Ekspansi Strategis BRI Group: Pegadaian Resmikan Kantor Cabang Luar Negeri Pertama di Timor Leste
-
Purbaya Bidik Potensi Bisnis FSU dan Bunkering, Klaim Bisa Saingi Malaysia dan Singapura
-
Pajak Kripto Tembus Rp1,96 Triliun, Indodax Sumbang Hampir Setengahnya
-
Rupiah Tertekan Sentimen Domestik, Dolar AS Menguat ke Rp17.104
-
Kantor Digeledah Kejati, Menteri PU Pilih 'Pasrah': Saya Tak Mau Ikut Campur
-
Menhub Ungkap Dampak ke RI Soal Penutupan Wilayah Udara China
-
Tak Ada WFH di Kementerian PU, Menteri Dody: AC-nya Angin Blesat-blesut
-
Kabar Baik! Bahlil Sebut Krisis BBM RI Akibat Geopolitik Sudah Terlewati
-
Rupiah Menembus Rp17.000: Mengapa Perbankan Tetap Tenang di Tengah Risiko Kredit Valas?