- Arab Saudi buka lagi izin ekspor udang Indonesia.
- Ekspor sempat berhenti akibat isu Sesium 137.
- 81 perusahaan RI kini bisa kembali ekspor udang.
Suara.com - Pemerintah Indonesia kembali mendapat kabar positif bagi sektor perikanan nasional. Arab Saudi resmi membuka kembali izin ekspor udang dan produk olahan udang asal Indonesia setelah sempat ditutup selama sekitar delapan bulan akibat isu keamanan pangan.
Pembukaan kembali akses pasar tersebut dinilai menjadi peluang besar bagi eksportir nasional untuk memperluas penetrasi ke pasar Timur Tengah yang memiliki permintaan tinggi terhadap produk perikanan.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan keputusan otoritas pangan Arab Saudi menjadi sinyal positif bagi industri udang nasional yang sebelumnya terdampak penghentian ekspor.
“Keputusan SFDA yang membuka kembali izin ekspor udang dan produk udang dari Indonesia merupakan kabar baik. Dengan terbukanya peluang tersebut, kami mengajak eksportir udang dan produk udang untuk kembali menggencarkan ekspor ke Arab Saudi. Kami harap, kesempatan ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin,” ujar Budi Santoso, Rabu (26/5/2026).
Sebelumnya, ekspor udang Indonesia ke Arab Saudi terhenti sejak 7 September 2025. Penghentian itu dipicu dugaan kontaminasi Sesium 137 pada produk udang Indonesia yang membuat otoritas Arab Saudi menangguhkan izin empat eksportir nasional.
Situasi tersebut sempat menekan akses pasar komoditas udang RI di kawasan Timur Tengah. Pemerintah Indonesia kemudian bergerak cepat dengan membuka komunikasi intensif bersama otoritas Arab Saudi serta menyerahkan berbagai dokumen dan laporan terkait keamanan produk.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan seluruh proses klarifikasi dilakukan untuk memastikan produk Indonesia memenuhi standar keamanan pangan yang berlaku di Arab Saudi.
“Kini, berdasarkan keputusan terbaru SFDA, izin keempat eksportir tersebut telah kembali aktif,” kata Puntodewi.
Upaya pembukaan kembali akses ekspor ini melibatkan berbagai lembaga, mulai dari Badan Pengawas Obat dan Makanan, Task Force Cesium 137 di bawah Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kedutaan Besar RI di Riyadh hingga Atase Perdagangan RI.
Baca Juga: Pep Guardiola Bakal Latih Cristiano Ronaldo? Al Nassr Siapkan Dana Fantastis
Saat ini, Indonesia tercatat memiliki 63 perusahaan produk ikan dan 18 perusahaan produk olahan ikan yang telah terdaftar untuk ekspor ke Arab Saudi. Seluruh perusahaan tersebut kini kembali dapat mengirimkan produknya dengan mengikuti prosedur sertifikasi yang berlaku.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Hampir Semua Direksi Danantara Sumberdaya Indonesia Diisi Orang Asing
-
Perang AS-Iran Bikin Pertamina Kehilangan 100.000 Barel Minyak
-
Pemerintah Resmikan Insentif Pajak ke Penulis 1,5 Persen, Tepati Janji Kampanye Prabowo
-
Bursa Efek Indonesia Buka Opsi Artis dan Influencer Bisa IPO Bisnis, Ini Syaratnya
-
Investor Jangan Sampai Jadi 'Kurban' Panic Selling Saat Dunia Memanas
-
WFH ASN dan Swasta Sukses Kurangi Konsumsi BBM, Penggunaan Pertalite Turun 9%
-
Asing Masih Gemar Lakukan Aksi Jual, IHSG Merosot ke Level 6.149 di Sesi I
-
Emiten Haji Isam Bereaksi Soal DSI, Beri Dampak Bisnis?
-
Rupiah Kian Loyo! Prabowo Jadi Presiden RI yang Paling Sering ke LN, Kalahkan SBY dan Jokowi
-
OJK Punya Jurus Baru Dongkrak Ekonomi Daerah dan UMKM