Suara.com - Negara maju perlu berperan aktif dalam memastikan distribusi vaksin terjadi secara merata di seluruh penjuru dunia, khususnya di negara-negara berkembang, agar roda perekonomian dunia bisa kembali berjalan normal dan bertumbuh dengan baik.
Mari Elka Pangestu, Managing Director of Development Policy and Partnerships Bank Dunia, yang menjadi pembicara dalam seminar bertajuk Distribusi Vaksin Global: Memastikan Keadilan Bagi Negara Berkembang, menyebutkan hampir 60 persen pertumbuhan ekonomi dunia disumbangkan oleh negara-negara berkembang.
Di saat yang sama, vaksin menjadi kunci penting untuk menggerakkan kembali roda perekonomian. Tanpa vaksin, kegiatan masyarakat akan sangat terbatas dan berisiko tinggi.
“Jadi, jika perekonomian negara berkembang tidak segera pulih atau malah mengalami kemunduran, maka perekonomian dunia juga tidak akan pulih. Berbicara tentang kerja sama global, negara maju memiliki kewajiban memastikan adanya akses yang adil terhadap vaksin,” ujar Mari ditulis Sabtu (12/6/2021).
Oleh karena itu, transparansi terkait produksi, distribusi, dan ketersediaan vaksin menjadi sangat penting demi terwujudnya akses merata terhadap vaksin di seluruh penjuru dunia.
“Saat ini transparansi sangat kurang, baik dari pihak swasta maupun pembeli. Transparansi terkait berapa banyak (vaksin) yang dibeli, dipesan, dan diproduksi. Hal ini penting untuk mengetahui berapa banyak lagi vaksin yang dibutuhkan,” paparnya.
Dalam kesempatan yang sama, Profesor Tikki Pangestu dari Yong Loo Lin School of Medicine, National University of Singapore, yang juga hadir sebagai pembicara dalam seminar tersebut menyampaikan bahwa di samping bantuan vaksin dari negara maju, negara-negara berkembang juga perlu memacu produksi vaksin lokal.
Kendati demikian, dia menyadari bahwa hal ini tidak mudah karena produksi vaksin membutuhkan teknologi yang kompleks didukung dengan fasilitas produksi dan dukungan teknis yang mumpuni.
“Di samping jaminan kualitas ada pula sejumlah aturan dan kebijakan yang harus dipenuhi (dalam upaya produksi vaksin),” ujarnya.
Baca Juga: Berita Kesehatan Terpopuler: Efek Samping Baru Vaksin AstraZeneca Hingga Obat Ivermectin
Tikki melanjutkan, di Indonesia sendiri, yang merupakan salah satu negara berkembang, persentase masyarakat yang sudah mendapatkan vaksin masih sangat rendah.
Dia mencatat baru lima hingga tujuh persen masyarakat yang sudah mendapatkan vaksin dosis pertama. Sementara untuk vaksin dosis kedua, jumlahnya bahkan lebih rendah lagi, yakni hanya empat persen.
Seperti diketahui, serangan pandemi COVID-19 telah membawa dampak besar bagi dunia dan negara-negara di dalamnya, khususnya bagi negara-negara berkembang dan negara-negara miskin.
Berbagai negara mengalami perlambatan pertumbuhan, penurunan ekonomi karena pembatasan, penghentian total sejumlah aktivitas, tingkat kemiskinan yang semakin tinggi, hingga penurunan drastis kemampuan kognitif pada anak-anak.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
PEP dan PHE Catatkan Produksi Minyak Naik 6,6% Sepanjang 2025
-
Gelontorkan Rp 335 Triliun, Pemerintah Jamin Program MBG Tak Terkendala Anggaran
-
RI Gandeng China Kembangkan Energi Terbarukan dan Pembangkit Listrik dari Gas
-
Bahlil: Ada Oknum Tekan Lewat Medsos Agar Pemerintah Beri Kuota Impor ke SPBU Swasta
-
Fokus dari Hulu, Kementerian PU Bangun Puluhan Sabo Dam di Aceh
-
Stok BBM Wilayah Timur RI Terjamin Usai RDMP Balikpapan Terintegrasi TBBM Tanjung Batu
-
Produksi Minyak RDMP Balikpapan Tetap Jalan Setelah Dapat Pasokan Gas dari Pipa Senipah
-
Saham-saham Komoditas Jadi Penyelamat, IHSG Kembali ke Level 8.948
-
Pemerintah Siapkan Insentif Lebaran 2026, Ada Diskon Tiket Pesawat
-
Airlangga Klaim Indonesia Resmi Swasembada Solar, Tak Perlu Impor Lagi