Suara.com - Kerja keras Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berperan mendorong keberlanjutan pemulihan ekonomi nasional dan percepatan vaksinasi dengan tetap mewaspadai risiko Covid-19.
Ada faktor-faktor yang membuat optimis seperti pemulihan ekonomi global yang berlanjut yang kemudian menimbulkan permintaan terhadap barang barang dan jasa dan berimbas pada perekonomian kita cukup positif.
“Namun pada saat yang sama downside dari perekonomian global adalah inflasi dari negara Amerika yang kemudian direspons dengan kemungkinan adanya pengetatan moneter yang lebih dini dari yang rencana awal. Ini menimbulkan antisipasi awal bagi kita terutama untuk tahun 2022,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Pers APBN Kita, ditulis Kamis (24/6/2021).
Jika dilihat dari sisi penanganan covid, kenaikan dari jumlah vaksin dan vaksinasi secara global juga membangun optimisme. Pertemuan G7 minggu lalu, para pemimpin negara menyampaikan akan memberikan satu milyar vaksin kepada kepada negara-negara lain.
Ini tentu memberikan dampak positif karena masih ada negara yang memiliki akses terbatas akan vaksin. Dengan begitu akan memberikan harapan bagi pemulihan ekonomi global yang berkelanjutan.
“Downside risk dari covid adalah dari beberapa negara masih terjadi apa yang disebut second wave atau third wave dan munculnya varian baru ini yang masih harus memerlukan suatu penerapan protokol kesehatan, sambil terus mengakselerasi vaksinasi karena memang varian baru maupun kecepatan vaksinasi ini semuanya saling kejar-kejaran,” katanya.
Dari sisi pendapatan APBN, pendapatan negara mengalami rebound yang sangat luar biasa. Ini menggambarkan satu sisi adanya dampak komoditas maupun dampak pada ekspor yang melonjak. Namun juga di dalam negeri kita lihat geliat ekonomi di sektor manufaktur, perdagangan, transportasi, jasa keuangan dan juga bahkan kegiatan yang lainnya yang sudah mulai menunjukkan suatu hal yang positif.
“Namun downside-nya adalah belanja negara kita yang meningkat dan mendukung pemulihan ekonomi masih perlu diperbaiki juga dari sisi kualitasnya. Jadi ini kualitas dari belanja dan eksekusi yang sering ditekankan oleh Bapak Presiden menjadi sangat penting. Tentu stimulus fiskal kita desain sehingga pemulihan ekonomi benar-benar bisa berjalan dan terus bisa makin diperkuat,” katanya.
Baca Juga: Parangtritis Ditutup Akhir Pekan, Pelaku Wisata dan Pedagang Akan Divaksin
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Digendong GoTo dan Grab, Sayurbox dan HappyFresh Mau Merger?
-
Nilai Ekspor RI Naik 5,48% Jadi 92,15 Miliar USD hingga April 2026, Ditopang Sektor Non Migas
-
Rupiah Ambruk, Plesiran Warga RI ke Luar Negeri Ikutan Anjlok
-
Viral Tagihan Listrik Naik di Medsos, PLN Ungkap Penyebabnya
-
Teddy Klaim Prabowo Pakai Dana Pribadi untuk Kunjungan Luar Negeri, Celios: Buktinya Mana?
-
IHSG Masih Betah di Zona Hijau ke Level 6.195, Besok Berpeluang Lanjut
-
Rupiah Melemah, Harga Kedelai Melonjak: Pengrajin Tahu dan Tempe di Lebak Terancam Gulung Tikar
-
Pintu PHK 20 Persen Karyawan, Industri Kripto RI Mulai Goyang?
-
Perundingan AS-Iran Alot, Harga Minyak Mentah Global Tertahan di Level Tinggi
-
Danantara Mau Merger Asuransi BUMN, AAJI Buka Suara