Suara.com - Dalam rangkaian kunjungan kerja Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno hadir di Kampus Unhas Tamalanrea guna menandatangani Kerjasama Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Sandiaga mengatakan, Unhas adalah salah satu Industri lahirnya SDM Unggul dan berdaya saing, pada Era tahun 1990an Sosok Prof Achmad Amiruddin (Pernah Menjadi Rektor dan Menjadi Gubernur Sulsel/Wakil Ketua MPR) sangat menginspirasi dengan konsep Petik Olah Jual merupakan konsep transformasi ekonomi dan inovasi industri yang berdaya saing.
Pada awal reformasi Unhas melahirkan tokoh nasional seperti Prof Basri Hasanuddin (pernah menjadi Rektor) dan kemudian dipercaya Presiden Gus-Dur menjadi Menkokesra.
"Dan tak lupa kita sebut HM Jusuf Kalla (Ketum IKA Unhas) telah mengisi perjalanan kepemimpinan bangsa dalam kurun waktu 20 tahun reformasi ini, kini beliau dipercaya oleh dunia sebagai tokoh perdamaian," kata Sandiaga.
Tak terhitung jumlah berapa bnyak alumni UNHAS yang telah mewarnai pembangunan ekonomi dari berbagai jenjang pengabdian mulai Kepala Desa, Kepala Daerah, BUMN hingga Saudagar tangguh serta Professor Professor, Peneliti Handal yang melahirkan karya akademis sebagai rujukan dalam penyusunan rencana pembangunan nasional.
Dalam Kebijakan Kampus Merdeka, mahasiswa Unhas harus mampu membangun karakter dan jati diri creative thingkers, creative ledears, agen pembaharu dan pemimpin gerakan sosial dan ekonomi sehingga Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat diwujudkan.
"Kita semua optimis Indonesia akan mampu menjadi bangsa yang kuat, maju dan menjadi pemenang dalam percaturan ekonomi dunia," kata Sandiaga.
Ketua Majelis Wali Amanat UNHAS Komjen Pol Syafrudin adalah sosok penggerak persatuan umat, pejuang kebangkitan ekonomi umat, memiliki cita cita luhur akan terwujudnya keadilan umat.
"Inilah saat yang tepat kita wujudkan sinergi dan kerjasama untuk kemajuan Indonesia," pungkas Sandiaga.
Baca Juga: Bali Menjadi Destinasi Wisata Berbasis Vaksin Pertama di Tanah Air, Ini Alasannya
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu
-
Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM
-
Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya
-
Pegadaian Cabang Bima Serahkan Bantuan CSR Peralatan Ibadah ke Masjid Al Ijtihad
-
Uji Lab Bahan Bakar Bobibos Dipercepat, ESDM Pastikan Standar sebelum Dipasarkan
-
Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti
-
Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan
-
Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem
-
Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!