- Ditjen Migas ESDM menindaklanjuti inovasi bahan bakar ramah lingkungan Bobibos dari PT Inti Sinergi Formula pada April 2026.
- Lemigas akan melakukan pengujian teknis untuk menentukan klasifikasi produk apakah termasuk kategori Bahan Bakar Nabati atau Bahan Bakar Minyak.
- Pengujian laboratorium bertujuan memastikan standar keamanan produk guna melindungi konsumen serta memberikan kepastian hukum sebelum dipasarkan secara luas.
Suara.com - Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menindaklanjuti bahan bakar baru, Bobibos yang merupakan hasil inovasi PT Inti Sinergi Formula.
Bobibos menjadi sorotan karena diklaim sebagai bahan bakar yang ramah lingkungan.
Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, Noor Arifin Muhammad meminta pihak Bobibos untuk segera melakukan pengujian teknis.
Langkah ini diperlukan guna memastikan klasifikasi produk tersebut, apakah akan dikategorikan sebagai Bahan Bakar Nabati (BBN) atau Bahan Bakar Minyak (BBM).
"Secara detail, teknis pengujian akan sepenuhnya dilakukan oleh Lemigas. Kami minta Bobibos proaktif menindaklanjuti langkah-langkah teknis ini agar prosesnya akuntabel," kata Noor lewat keterangannya, Sabtu (25/4/2026).
Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM kembali memanggil PT Inti Sinergi Formula pada Kamis (23/4).
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari diskusi sebelumnya pada 14 April lalu, guna membahas lebih dalam mengenai rencana uji coba bahan bakar tersebut.
"Untuk mematangkan rencana pengujian laboratorium serta memastikan standardisasi dan klasifikasi produk sebelum dipasarkan atau digunakan secara luas," ujar Noor.
Pada pertemuan sebelumnya tanggal 14 April 2026, Ditjen Migas telah menyambut baik inovasi Bobibos di tengah tekanan krisis energi global.
Baca Juga: Uji Lab Bahan Bakar Bobibos Dipercepat, ESDM Pastikan Standar sebelum Dipasarkan
Tahapan pengujian awal yang dilakukan oleh Lemigas dimulai dari pengambilan sampel sesuai standar internasional.
Noor menegaskan pemerintah pada prinsipnya menyambut positif setiap inovasi anak bangsa terkait temuan bahan bakar yang bisa membantu memperkuat ketahanan energi nasional.
Meski demikian, terdapat prosedur teknis yang wajib dipenuhi guna menjamin keamanan konsumen.
Seluruh rangkaian pengujian harus diawasi dan sesuai standar operasional.
Hal ini bertujuan melindungi masyarakat dari risiko kerusakan mesin sekaligus memberikan kepastian hukum bagi konsumen jika kualitas produk tidak sesuai standar.
Berita Terkait
-
Hitung-hitungan Harga Wajar Pertamax, Benarkah Bisa Tembus Rp17.000 per Liter?
-
Energi Surya Jadi Andalan, RI Kejar Target Jumbo 100 GW PLTS
-
Uji Jalan Rampung di Mei, Penerapan B50 Serempak pada Juli 2026
-
Kejar Target Produksi, SKK Migas Bakal Pakai Teknologi Triple 100
-
Tanpa Subsidi Harga Pertalite Capai Rp16.000 per Liter
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru
-
Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja
-
Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan
-
Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah
-
Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung
-
Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax
-
Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis
-
Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi
-
Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!
-
Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter