Bisnis / Makro
Rabu, 07 Juli 2021 | 17:00 WIB
Peneliti meriset pembuatan vaksin Merah Putih di salah satu laboratorium PT Bio Farma (Persero), Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Suara.com - PT Bio Farma (Persero) menyebut, masyarakat baru bisa mendapatkan vaksin buatan dalam negeri atau vaksin merah putih pada tahun depan.

Pasalnya, Bio Farma baru bisa mendapatkan penggunaan darurat atau Emergency Uses Access (EUA) dari BPOM pada tahun depan.

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir mengungkapkan, perseroan bakal mendapatkan EUA tersebut pada Maret 2022.

"Ditargetkan nanti Maret 2022 terutama yang vaksin BUMN yang dikembangkan oleh Bio Farma itu sudah mendapatkan EUA dari Badan POM," ujar Honesti dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (7/7/2021).

Menurutnya, saat ini vaksin merah putih itu masuk tahapan pre klinis, yang kemudian akan memasuki tahapan lain seperti uji Klinis.

"Terkait vaksin merah putih, jadi kita masih berproses. tahapan dari vaksin merah putih itu sekarang masih dalam tahapan uji preklinik dan kita masih akan melewati beberapa tahap uji klinis," ucap dia.

Setelah mendapat EUA, Honesti menargetkan produksi vaksin merah putih tersebut dilaksanakan pada April 2022.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir tengah berupaya tengah mengadakan vaksin secara mandiri, sehingga tidak hanya bergantung pada vaksin impor. Vaksin tersebut yaitu vaksin Merah Putih yang diinisasi BUMN.

Menurutnya, saat ini BUMN menggandeng perguruan tinggi asal Amerika Serikat Baylor College of Medicine untuk terus mengembangkan vaksin merah putih tersebut.

Baca Juga: Dirut Bio Farma Jamin Ketersediaan Vaksin Berlimpah

"Vaksin yang diinisasi BUMN bersama Baylor University, kami sedang penjajakan dengan Bakitbangkes (Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan) seperti apa hasilnya," dalam konferensi pers secara virtual, Senin (28/6/2021).

Load More