Suara.com - Menindaklanjuti arahan Kementerian BUMN, Pupuk Kaltim (PKT) sebagai BUMN produsen pupuk Urea terbesar di Indonesia memaksimalkan kemampuannya untuk membantu penanganan dan antisipasi COVID-19 di sekitar perusahaan.
Peningkatan kapasitas RS jadi fokus PKT, guna memitigasi puncak gelombang kedua COVID-19 di Kaltim. Selain itu, untuk menjaga ekosistem masyarakat di sekitar perusahaan, juga terus dilakukan dengan memaksimalkan fasilitas akses tes COVID-19 di RS PKT, yang menjadi satu-satunya RS di Bontang yang memiliki Laboratorium Biomolekuler Polymerase Chain Reaction (Lab PCR).
Tercatat sejak didirikan sebagai Lab PCR pertama di Bontang pada September 2020 lalu hingga 7 Juli 2021, lab tersebut telah melakukan tes pada lebih dari 36 ribu spesimen, baik spesimen dari karyawan, keluarga karyawan, hingga masyarakat.
Direktur Utama Pupuk Kaltim - Rahmad Pribadi, mengatakan sesuai arahan Menteri BUMN Erick Thohir, yang fokus memaksimalkan sinergi perusahaan BUMN dalam penanganan pandemi, Pupuk Kaltim secara aktif terus membantu penanganan dan mitigasi COVID-19. Peningkatan kapasitas RS baik secara fasilitas maupun keamanan dan kesehatan para nakes, menjadi fokus perusahaan guna memitigasi lonjakan puncak gelombang kedua pandemi.
“Selain memastikan kapasitas, pelayanan dan penanganan maksimal di RS PKT yang juga salah satu RS rujukan penanganan COVID-19., PKT juga turut memberikan beragam dukungan dan bantuan bagi lima RS di Bontang,” kata Rahmad.
Lebih lanjut, dalam hal peningkatan kapasitas RS PKT, tercatat tambahan kamar ICU khusus COVID-19 menjadi total 9 kamar dengan fasilitas kesehatan lengkap termasuk ventilator, ruang isolasi dengan total 110 tempat tidur, satu alat donor plasma konvalesen, 400 APD bagi tenaga medis, paket penambah imun bagi 180 orang tenaga medis di hingga lebih dari 100 box supply makanan bagi para nakes per harinya, telah disalurkan ke lima rumah sakit dan puskesmas di sekitar wilayah Bontang dan Kaltim.
Selain itu, sembako dan hidangan siap makan juga telah disalurkan oleh perusahaan bagi ratusan masyarakat Bontang yang sedang menjalani isolasi mandiri. Guna mempercepat proses distribusi bantuan, PKT juga memberdayakan para mitra binaan perusahaan dalam memproduksi APD dan menyalurkan sembako serta hidangan siap makan.
Kemampuan dan keahlian perusahaan dalam memproduksi oksigen juga diharapkan mampu mempercepat distribusi bagi rumah sakit yang sedang membutuhkan.
Lebih lanjut, Direktur Utama RS PKT - Grup Nurul Fathoni, mengatakan “Dukungan perusahaan sangat berpengaruh terhadap kualitas layanan yang diberikan pihak RS kepada masyarakat, utamanya dalam pengadaan peralatan dan fasilitas kesehatan selama pandemi, sehingga peran RS PKT dalam mendukung penangan COVID-19 dapat berjalan dengan lebih maksimal. Selain itu, dengan adanya Laboratorium PCR satu-satunya di wilayah Bontang ini juga semakin mempercepat penanganan COVID-19 karena testing dan testing dapat dilakukan secara cepat, efektif dan efisien.”
Baca Juga: Luhut Klaim Kasus Covid-19 di Jakarta Mulai Mendatar: Jangan Tambahin Lagi Masalah!
Laboratorium PCR milik RS PKT pun juga telah masuk ke dalam daftar dari 742 laboratorium yang terafiliasi di bawah Kementerian Kesehatan, sebagai laboratorium yang dapat menerbitkan sertifikat hasil tes COVID-19 untuk syarat perjalanan melalui udara dan berlaku mulai 12 Juni 2021. Selain itu, kehadiran alat plasma konvalesen di RS PKT juga memungkinkan donor plasma konvalesen dari penyintas kepada pasien COVID-19, sehingga diharap dapat turut mempercepat penanganan COVID-19.
“Melalui langkah proaktif dan sinergitas yang cepat di antara perusahaan BUMN ini, kami percaya bahwa bersama - sama kita semua mampu melewati pandemi ini. Selain fokus untuk tetap menjaga produktivitas perusahaan guna menjaga ketahanan pangan nasional di tengah pandemi ini, Pupuk Kaltim juga akan terus secara aktif mengerahkan kemampuan dan keahlian kami untuk membantu penanganan COVID-19,” tutup Rahmad.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
DJP Ungkap Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta di H+1 Lebaran
-
Jelang Deadline, Jumlah Wajib Pajak Lapor SPT Tembus 8,7 Juta
-
Hari Air Sedunia: Ini Sederet Kisah Pertamina dari Ujung Papua hingga Wilayah Bencana
-
Jadwal Operasional BRI Pasca Libur Lebaran 2026
-
Harga Minyak Naik, Prabowo Kebut Proyek PLTS buat Gantikan Tenaga Diesel
-
Seluruh Rest Area di Tol Cipali Akan Berlakukan Sistem Buka Tutup
-
Biang Macet Saat Mudik Terungkap! 21 Ribu Kehabisan Saldo E-Toll
-
Jangan Lupa! Besok Pasar Saham RI Kembali Dibuka, IHSG Diproyeksi Anjlok
-
Gegara Selat Hormuz Tutup, Harga BBM di AS Tembus Rp 68.000
-
BRILink Agen Bukukan Transaksi Rp1.746 Triliun: Bukti BRI Percepat Inklusi Keuangan Nasional