Bisnis / makro
Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
Pekerja menyelesaikan pesanan jahitan pakaian muslim di Cibiru, Bandung, Jawa Ba`rat, Senin (30/10).

Suara.com - Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmaja membantah adanya tudingan soal buruh yang dipaksa bekerja, meski dalam kondisi sakit. 

Menurutnya, tidak ada perusahaan yang tetap memaksa buruh bekerja dalam kondisi sakit. Justru, perusahaan bakal kalang kabut dengan adanya buruh yang sedang sakit. 

"Kalau kondisi yang sakit dipaksa bekerja mungkin kita tidak menemukan. Kalau ada perusahaan yang mana, tolong laporkan ke Apindo dan API supaya kita juga tegur. Saya rasa engga mungkin orang sakit disuruh bekerja. Owner-owner malah stressnya makin besar," ujar Jemmy dalam konferensi pers virtual, Rabu (21/7/2021). 

Jemmy menuturkan, perusahaan juga akan mengalami rugi besar jika makin banyak buruh yang positif covid-19. Sebab, jalannya produksi makin tidak optimal, sehingga menurunkan pendapatan.   

Baca Juga: PPKM Darurat Diperpanjang, Buruh: Negara Wajib Gaji Rakyat!

Ia mengatakan, perusahaan yang beroperasi juga selalu menjaga protokol kesehatan dengan ketat untuk menjaga jalannya produksi dengan maksimal.

"Jadi itu saya kira kondisi tidak benar, dan secara nalar akal sehat itu tidak terjadi. Masalah APD atau hand sanitizer mungkin itu sudah jadi standar prokes. member-member API kita minta prokes dijalankan. Kita selalu ingatkan anggota-anggota untuk kerja sama supaya angka covid bisa menurun," ucap dia. 

Dalam hal ini, tambah Jemmy, para pengusaha tekstil juga berusaha menjalankan vaksinasi kepada para karyawannya, dengan membuka sentra-sentra vaksinasi di pabrik-pabrik. 

"Sentra-sentra vaksin kita buka di Bandung di PVJ, kerja sama dengan Hippindo, kita buka selama 2 bulan. Kita juga di Solo sudah berjalan, di Yogya juga akan buka supaya vaksinasi rate bisa segera naik, positive case turun," imbuh Jemmy. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden KSPI Said Iqbal mengungkapkan banyak pekerja yang dipaksa untuk bekerja, meskipun terpapar positif covid-19.

Baca Juga: Dapat Donasi dari Dian Sastrowardoyo, Ini Kata Inisiator Dapur Umum Buruh Gendong Jogja

Para pekerja tersebut dipaksa bekerja dengan syarat saturasi oksigen dan CT sudah membaik dan tanpa gejala.

Komentar