Suara.com - Kementerian Keuangan menilai realisasi investasi kuartal II/2021 yang mencapai Rp223,0 triliun atau tumbuh 16,2 persen mengindikasikan adanya kepercayaan investor terkait dengan kemampuan pemerintah dalam mengendalikan varian baru Covid-19.
"Sentimen positif juga berasal dari upaya reformasi struktural melalui UU Cipta Kerja yang dapat memberikan kemudahan dan kepastian bagi investor," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu dalam keterangan persnya, Kamis (29/7/2021).
Realisasi investasi tersebut terdiri atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp106,2 triliun atau tumbuh 12,7 persen (yoy), sementara Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar 7.997,5 juta dolar AS atau sebesar Rp116,8 triliun sesuai kurs APBN 2021 atau tumbuh sebesar 19,6 persen (yoy).
Berdasarkan sektor usaha, realisasi PMA terbesar adalah Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya (1,8 miliar dolar AS), Pertambangan (0,9 miliar dolar AS), Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi (0,9 miliar dolar AS), Listrik, Gas, dan Air (0,8 miliar dolar AS), dan Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran (0,7 miliar dolar AS).
Sedangkan realisasi PMDN terbesar adalah Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran (Rp 20,5 triliun), Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi (Rp 14,5 triliun), Listrik, Gas, dan Air (Rp 11,7 triliun), Konstruksi (Rp 9,9 triliun), dan Industri Makanan (Rp 7,1 triliun).
Investasi yang cukup besar terjadi pada sektor padat karya seperti sektor perumahan dan sektor industri seperti industri manufaktur, logam dasar, dan makanan.
"Peningkatan investasi industri logam dasar terutama bersumber dari PMA atas pembangunan pabrik kendaraan listrik dan industri baterai yang sedang dikembangkan di Indonesia," kata Febrio.
Dari sisi lokasi proyek, provinsi dengan realisasi PMA peringkat 5 besar adalah Jawa Barat ( 1,6 miliar dolar AS), DKI Jakarta (1,0 miliar dolar AS), Maluku Utara (1,0 miliar dolar AS), Sulawesi Tengah (0,5 miliar dolar AS), dan Riau (0,4 miliar dolar AS).
Sedangkan peringkat 5 besar realisasi PMDN adalah di Jawa Timur (Rp 13,9 triliun), Jawa Barat (Rp 12,1 triliun), DKI Jakarta (Rp 11,2 triliun), Banten (Rp 10,2 triliun), dan Jawa Tengah (Rp 7,8 triliun).
Baca Juga: Jangan Cepat Tergiur, Perhatikan 3 Hal Penting Ini Sebelum Investasi Kripto
"Investasi akan terus bergerak ke arah luar Pulau Jawa, seiring dengan meningkatnya potensi industri hilirisasi yang didorong untuk mendekati sumber barang tambang seperti, minyak dan gas," paparnya.
Berdasarkan sumber negara, peringkat 5 besar realisasi PMA berasal dari Singapura (2,1 miliar dolar AS) dengan kontribusi mencapai 26,4 persen dari total realisasi kuartal II 2021. Diikuti Hongkong, RRT (1,4 miliar dolar AS), Belanda (1,1 miliar dolar AS), Jepang (0,7 miliar dolar AS), dan R.R. Tiongkok (0,6 miliar dolar AS).
Dirinya pun bilang peningkatan kinerja investasi ini sejalan dengan perbaikan iklim berusaha dengan implementasi Undang-Undang Cipta Kerja berikut Peraturan Pemerintah No. 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.
“Implementasi reformasi struktural terutama untuk kemudahan berusaha pada UU Cipta Kerja dan turunannya ini akan terus dipercepat agar manfaatnya segera dapat dirasakan oleh investor. Sehingga, investasi terus dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang berkualitas,” pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok