Suara.com - PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (Saratoga) memberikan dukungan penuh kepada Sekolah Menengah Kejuruan ORA et LABORA (SMK OeL) Kompetensi Keahlian Teknik Pembangkit Listrik, dalam menyiapkan tenaga terampil dan siap kerja.
Bagi Saratoga, investasi di bidang Pendidikan akan menciptakan masyarakat berkualitas dan dapat berkontribusi secara aktif dalam pembangunan nasional.
Direktur Keuangan Saratoga Lany D Wong menjelaskan, sejak SMK ORA et LABORA didirikan pada tahun 2017, perusahaan berperan aktif dan ikut andil dalam menciptakan kurikulum serta memantau proses belajar mengajar di sekolah.
Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa program yang dijalankan dan lulusan SMK OeL sesuai dengan kebutuhan sektor kelistrikan. Langkah konkrit tersebut merupakan bagian dari pilar tanggung jawab sosial Saratoga yang berfokus pada pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (Human Capital Development).
"Program pembelajaran selama tiga tahun ditambah satu tahun praktik kerja, mampu membekali siswa – siswi dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh industri. Terbukti lulusan sekolah ini telah diterima di perusahaan yang memiliki kredibilitas tinggi baik di sektor energi maupun non energi," jelas Lany dalam keterangannya, Kamis (29/7/2021).
Lulusan SMK ORA et LABORA selanjutnya akan bekerja di perusahaan PT Shandong Licun Power Plant Technology dan memiliki potensi besar bekerja di PT GPOS Daya Energi (O&M sebuah Pembangkit Listrik di Gorontalo), Primaya Hospital, PT Tanjung Power Indonesia, dan PT Astra Daihatsu Motor.
Selama 4 tahun SMK ORA et LABORA mendidik para siswa - siswi dengan durasi pembelajaran selama tiga tahun, dilanjutkan dengan training profesional selama tiga bulan dengan materi – materi yang dibutuhkan di dunia kerja terutama sektor kelistrikan.
Setelah itu para murid mengikuti program pemagangan di industri pembangkit listrik selama sembilan bulan untuk mendapatkan pengalaman langsung di dunia kerja.
Untuk memastikan bahwa lulusan SMK memiliki keahlian yang handal, SMK ORA et LABORA juga bekerja sama dengan Swiss German University (SGU) menghadirkan pengajar-pengajar yang kompeten dan kredibel di bidangnya.
Baca Juga: Atase Pendidikan dan Kebudayaan Tokyo dan PPI Jepang Kembangkan Aplikasi Keanggotaan
Sementara untuk pelatihan teknis kelistrikan, ORA et LABORA juga menggandeng Central Industrial Technology Enterprise (CITE), sebuah lembaga berbasis industri dan berorientasi sosial yang teruji di dunia.
Deputi IV Kemenko Perekonomian Rudy Salahuddin bangga melihat siswa – siswi SMK OeL yang berhasil lulus walaupun dalam situasi pandemi yang belum berakhir, namun pembelajaran tetap dapat berjalan dengan baik.
Pembelajaran inovatif dan literasi digital akan menjadi sebuah keharusan dalam tiap jenjang pendidikan utamanya dalam pendidikan dan pelatihan vokasi.
"Besar harapan kami bahwa adik-adik lulusan SMK OeL yang membanggakan ini nantinya akan menjadi bagian dari katalisator yang dapat mengakselerasi langkah Indonesia untuk merealisasikan visi Indonesia Emas 2045 sebagaimana pesan yang disampaikan Presiden Jokowi," pungkas Rudy.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
Harga Minyak Melandai: Antara Krisis Iran dan Ekspor Baru Venezuela
-
Rupiah Melemah, Berikut Harga Kurs Dolar AS di Mandiri, BNI, BRI dan BCA
-
Aturan Asuransi Kesehatan Dibuat, OJK Tetapkan Aturan Co-Payment Jadi 5 Persen
-
Awal Pekan, Rupiah Dibuka Suram ke Level Rp16.839 per Dolar AS
-
Emas Antam Melesat ke Harga Tertinggi, Hari Ini Tembus Rp 2.631.000 per Gram
-
IHSG Pecah Rekor Lagi di Senin Pagi, Tembus Level 8.991
-
Survei Bank Indonesia Laporkan Keyakinan Konsumen Alami Penurunan, Ini Faktornya
-
Indonesia-Pakistan Targetkan Negosiasi CEPA, Dari Minyak Sawit hingga Tenaga Medis
-
Geser Erick Thohir, Rosan Roeslani Jadi Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah
-
Pengusaha Minta Pemerintah Beri Ruang Proyek Infrastruktur untuk UMKM Konstruksi