Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa penyakit korupsi yang hingga saat ini masih ada menjadi ancaman yang cukup serius bagi setiap negara di dunia.
Menurut dia, jika dibiarkan penyakit korupsi ini akan menghancurkan negara tersebut.
"Sering korupsi merupakan musuh yang paling ampuh membuat suatu negara itu hancur," ujarnya dalam acara Peluncuran Buku Indonesia 2045 secara virtual, Jumat (20/8/2021).
Sehingga kata dia upaya reformasi birokrasi yang tengah dilakukan Indonesia juga menjadi suatu hal yang penting agar praktik korupsi di tanah air bisa dihilangkan sampai akar-akarnya.
Reformasi ini kata dia untuk menciptakan institusi yang baik, meskipun kata dia ada sejumlah reformasi birokrasi yang pernah dilakukan pemerintah ada yang berhasil maupun gagal.
"Saya rasakan betul karena saya bergelut di Kementerian Keuangan, sebuah reformasi fundamental mengenai keuangan negara, perbendaharaan negara, desentralisasi, dan sebagainya. Itu merupakan area yang luar biasa baru," ujarnya.
Tak hanya itu, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini juga mengatakan bahwa praktik korupsi bisa membuat sebuah negara makin lama untuk keluar dari jebakan negara dengan pendapatan kelas menengah bawah.
"Kunci SDM harus sehat memiliki kemampuan monotorik intelektual dan emosional itu sangat penting," pungkasnya.
Baca Juga: Lewat Wanita Ini, KPK Usut Aset Milik Tersangka Kasus Tanah Rudi Hartono
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
Kemenkeu Akui Inflasi Januari 2026 Naik Akibat Kebijakan Diskon Listrik
-
PMI Manufaktur Indonesia Naik ke 52,6 per Januari 2026, Unggul dari Vietnam
-
OJK Klaim Pertemuan dengan MSCI Berbuah Positif
-
Pandu Sjahrir Ingatkan Investor, Koreksinya IHSG Jadi Momentum Borong Saham
-
Purbaya Diminta Bereskan Piutang Dana BLBI, Berpotensi Rugikan Hak Keuangan Negara
-
BRI Apresiasi Nasabah Lewat Undian dan Kick Off BRI Consumer Expo 2026
-
Harga Emas dan Perak Dunia Turun Berturut-turut, Ini Penyebabnya
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
AdMedika dan TelkoMedika Bersinergi Dukung Pemulihan Kesehatan Korban Bencana di Sumatra
-
5 Fakta Pertemuan MSCI dan OJK Hari Ini, Ada Sinyal Positif untuk IHSG