Suara.com - Semen PT Cemindo Gemilang Tbk optimistis langkah perseroan masuk ke Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) akan berdampak positif bagi kinerja perseroan.
Disampaikan oleh Wakil Direktur Utama PT Cemindo Gemilang Tbk Vince Indigo, perseroan akan melepas 1,71 miliar lembar saham baru atau setara 10,04 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO dengan harga penawaran Rp680 per saham. Sehingga, perseroan memperoleh dana segar hingga Rp1,16 triliun dari gelaran IPO.
"Perusahaan yakin bahwa aksi korporasi ini akan memberikan hasil yang baik bagi pertumbuhan perusahaan. Aksi korporasi ini juga mendapat respons yang baik dan positif dari investor, yang tertarik untuk ikut berpartisipasi dan menjadi bagian dari pertumbuhan perusahaan," ujar Vince dalam keterangan di Jakarta, Selasa (7/9/2021).
"Perusahaan memahami kondisi saat ini yang penuh tantangan, untuk itu perusahaan telah mempersiapkan diri, antara lain dengan mempersiapkan sarana fasilitas produksi yang efisien serta ramah lingkungan," sambung dia.
Fasilitas PT. Cemindo Gemilang Tbk didukung dengan produksi yang canggih, sumber bahan baku, dan pelabuhan terpadu terletak di area yang sama. Pada pertengahan 2020, perusahaan menambah satu line produksi klinker baru dengan kapasitas 10.000 ton per hari.
Perseroan dengan kode emiten CMNT itu mengaku menurunkan emisi karbon dalam proses produksi semen. Hal itu tercermin dengan penurunan emisi sebesar 9 persen sejak awal mula beroperasinya pabrik.
Vince menyampaikan, hal tersebut dapat dicapai melalui pengoperasian tiga unit Waste Heat Recovery plants, yang terletak di pabrik terintegrasi di Bayah (Indonesia) dan Hai Phong (Vietnam), yang mengoperasikan Over Land Belt Conveyor untuk keluar masuknya material menuju pabrik sehingga penggunaan truk dapat ditekan secara maksimal.
Ia juga mengungkapkan, perusahaan mengupayakan beragam inisiatif untuk membantu menurunkan jumlah emisi karbon secara berkesinambungan.
Selain itu, perusahaan juga terus melakukan inovasi dengan mengurangi penggunaan klinker, agar dapat menghasilkan produk yang lebih ramah lingkungan dengan tetap mempertahankan standar mutu produk.
Baca Juga: 70 Persen Pemesan Saham Bukalapak Merupakan Generasi Milenial dan Gen Z
Keberhasilan perseroan dapat dilihat dari kinerja finansial yang telah dicapai, dimana penjualan perusahaan tumbuh sebesar 13 persen pada 2020 dibandingkan dengan 2019. Perseroan juga mencatatkan pertumbuhan EBITDA sebesar 13,2 persen pada periode yang sama.
Berdasarkan data dari Asosiasi Semen Indonesia, sampai dengan Juli 2021, perusahaan terus menujukan tren positif untuk penjualan semen domestik di Indonesia dengan pertumbuhan sebesar 46,2 secara tahunan atau year-on-year.
PT Cemindo Gemilang TbK yang lebih dikenal sebagai produsen semen Merah Putih di Indonesia akan tercatat di bursa pada 8 September 2021 dengan menggunakan kode saham CMNT, dimana masa penawaran berlangsung sejak Kamis (2/9) hingga Senin (6/9) lalu.
Berita Terkait
-
Produsen Semen Ini Incar Dana Segar Rp 1,16 Triliun dari IPO
-
Banyak Emiten Tersandung Kasus, OJK : Abai UU Pasar Modal
-
Nilai Transaksi Saham di BEI Anjlok 5,10 Persen Pada Pekan Lalu
-
BEI: Optimalisasi Layanan Digital Tingkatkan Jumlah Investor hingga Dua Kali Lipat
-
Tambah Satu Juta, Kini Investor di Pasar Modal Menjadi 2,6 Juta SID
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Rupiah Melemah, Dolar AS Mulai Dekati Level Rp18.000
-
Ketegangan AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Kekhawatiran Gangguan Pasokan
-
Gagal Bayar Meningkat, Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp103,73 Triliun
-
Titipan Politik di Kursi Komisaris dan Direksi Makin Kuat di BUMN, Ini Datanya
-
Modal Asing yang Kabur dari Pasar Modal Tembus Rp19,63 Triliun, Apa Penyebabnya?
-
Panen Raya Jadi Bukti! Teknologi Benih Dongkrak Produktivitas Jagung
-
OJK Tutup 36.191 Rekening Judi Online, Perbankan Diminta Perketat Pengawasan
-
Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia
-
Sebanyak 81 BPR Akan Digabung Menjadi 24 hingga Juni 2026
-
Danantara Lebur 4 BUMN Manajer Investasi