Suara.com - Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua ternyata memberi dampak yang positif terhadap sektor ekonomi masyarakat Papua. Mulai dari pedagang kaos hingga sovenir bisa meraup untung jutaan rupiah. Kondisi ini langsung mendapat sambutan positif dari Menteri Pemudah dan Olaharaga (Menpora), Zainudin Amali.
Menpora Amali mengatakan, banyak masyarakat yang diuntungkan dengan adanya PON di Papua. Di sekitar tempat pembukaan yakni di Stadion Lukas Enembe terlihat banyak masyarakat yang berjualan baju dan sovenir. "PON sangat memiliki dampak ekonomi terhadap masyarakat sekitar, banyak yang berjualan kaos atau sovenir terkait PON. Apalagi di sini kondisnya aman terkendali," kata Amali, Kamis (30/9/2021) malam.
Apa yang disampaikan Amali dirasakan langsung oleh salah satu pedagang kaos dan sepatu PON XX yakni Ibu Erna. Tumpukan kaos, polo shirt dan sepatu berwarna biru dengan motif tulisan "Torang Bisa" dan PON XX Papua ditata dengan rapi di atas meja kayu berukuran 1x2 meter. Sambil menyeka keringat, Ibu Erna sebagai penjual tampak sibuk menawarkan baju daganganya kepada para pejalan kaki yang lewat. "Silahkan bapak beli baju atau sepatunya," kata Bu Erna.
Ya, ajang PON XX Papua tahun ini dijadikan kesempatan bagi Bu Erna untuk berjualan baju dan sepatu PON jalan Sentani daerah Taman Bunga. Ia sendiri mengatakan sudah satu minggu ini berjualan baju atau sepatu PON XX.
"Saya sudah satu minggu jualan di sini, biasanya pakai mobil. Tapi karena mobilnya lagi dipakai maka sekarang saya buka dengan meja seperti ini," tambahnya.
Bu Erna menyampaikan baju atau sepatu yang dijualnya ini berbagai macam harganya. Untuk kaos biasanya dia jual Rp100 ribu, Polo Shirt Rp150 ribu, dan sepatu Rp250 ribu. Barangnya pun dia mengaku didatangkan dari Jakarta langsung.
"Kebetulan kaosnya sudah habis bapak, tinggal polo shirt dan sepatu saja," katanya sambil menunjukkan contoh baju yang digantung.
Dia mengatakan sudah satu minggu ini berjualan di daerah Taman Bunga. Untuk pendapatan sendiri dia mengaku tergantung dari penjualan, minimal dalam satu hari dia bisa meraup penjualan sampai Rp1 juta .
"Untuk penjualan kadang ramai dan sepi, tapi tiap hari pasti ada yang beli. Sehari bisa lah dapat 1 juta," ujarnya sambil tersenyum.
Baca Juga: PON Papua: Tiga Atlet Jabar Masuk Semifinal di Hari Pertama Cabang Taekwondo
Bu Erna sendiri mengaku senang dengan digelarnya PON XX di Papua ini. Menurutnya adanya event olahraga seperti ini bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat Papua.
"Saya senang ada PON XX Papua, selain bisa jualan baju untuk tambah pendapatan, banyak warga daerah lain yang datang ke sini," katanya.
Berita Terkait
-
Futsal PON Papua: Ribuan Suporter Tertahan di Pintu Masuk GOR Jelang Duel Papua Vs Jatim
-
Viral Video Futsal 'Kung Fu' Jatim vs Jabar di PON Papua 2021
-
PON XX Papua 2021, Siap Torehkan Prestasi di Fasilitas Olahraga Berstandar Internasional
-
Tiba di Papua, Gubernur Ganjar Langsung Dikerumuni Masyarakat
-
Kalahkan Banten, Tim Sepak Takraw Kepri Masuk Juara Grup PON Papua, Perunggu Ditangan
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Ramadan Jadi Momentum Refleksi Finansial, Nanovest Ajak Investor Susun Portofolio Sehat
-
S&P Peringatkan Indonesia soal Tekanan Fiskal, Ada Risiko Penurunan Rating
-
Kementerian ESDM: Perusahaan Amerika Tetap Harus Investasi Jika Mau Akses Mineral Kritis Indonesia
-
Belanja Pakaian Naik Tapi Pabrik Tekstil Boncos, Kemenperin: Impor Terus
-
BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 12,3% dan NPL 3,07%
-
Indeks Kepercayaan Industri Merosot di Februari ke Level 54,02
-
Tanpa Tim HR, UKM Kini Bisa Rekrut Karyawan Pakai AI
-
Menkop Mau Evaluasi Jarak Alfamart-Indomaret dengan Pasar Tradisional
-
Gandeng Inggris, OJK Pecut Perbankan Percepat Pembiayaan Iklim
-
56,3 Juta Pengguna QRIS, Indonesia Jadi Target Ekspansi AI Perbankan