Suara.com - Hingga 11 Oktober 2021, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah emiten yang akan menggalang dana melalui aksi right issue mencapai 41 emiten dengan mengincar total dana senilai Rp 20,91 triliun.
Angka tersebut naik dari laporan terakhir yang menyebutkan terdapat 40 emiten dengan total incaran dana senilai Rp 18,9 Triliun.
Menurut Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna, tahun ini mencatat pertumbuhan perusahaan dalam menggalang dana di pasar modal Indonesia.
“Beberapa indikator pasar modal, antara lain jumlah Perusahaan Tercatat yang melakukan penggalangan dana di pasar modal disambut oleh pertumbuhan jumlah investor dan IHSG juga mengalami perkembangan yang baik,” kata dia kepada wartawan, Selasa (12/10/2021).
Hal itu mengacu pada data KSEI yang menyebutkan, per September 2021, jumlah investor pasar modal sebanyak 6.431.444 atau meningkat 65,74 persen dibandingkan Desember 2020.
IHSG sendiri pada penutupan perdagangan di akhir tahun 2020 masih berada pada level 5.979,073 dan mengalami perkembangan sampai dengan saat ini.
“Pada penutupan perdagangan saham tanggal 11 Oktober 2021, IHSG telah menyentuh angka 6.459,697,” kata dia.
Dalam catatannya, per tanggal 11 Oktober 2021, perusahaan yang mencatatkan sahamnya di BEI berjumlah 38 dengan jumlah dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp 32,14 triliun.
Sedangkan perusahaan yang mencatatkan Obligasi maupun Sukuk berjumlah 48 perusahaan dengan total emisi yang dicatatkan sebesar Rp 76,08 triliun.
Baca Juga: Punya Utang Triliunan, Pemilik RS Mayapada Ambil Langkah Right Issue
Sedangkan dari sisi right issue, sampai dengan 11 Oktober 2021, sudah ada 24 perusahaan yang melakukan right issue dengan dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp 153,77 triliun.
“Momentum pemulihan ekonomi nasional turut mendorong korporasi dalam melakukan penggalangan dana melalui pasar modal Indonesia,” pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan
-
OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026
-
OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu
-
Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM
-
Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya
-
Pegadaian Cabang Bima Serahkan Bantuan CSR Peralatan Ibadah ke Masjid Al Ijtihad
-
Uji Lab Bahan Bakar Bobibos Dipercepat, ESDM Pastikan Standar sebelum Dipasarkan
-
Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti
-
Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan