Suara.com - Sebanyak 38 perusahaan sudah mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan skema Initial Public Offering (IPO) dari total perusahaan tersebut terkumpul hasil penggalangan dana mencapai Rp 32,14 triliun.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, kondisi pemulihan ekonomi yang semakin baik pasca diterjang gelombang penularan virus Covid-19 membuat sejumlah perusahaan mulai 'pede' kembali untuk melakukan hajatan IPO.
"Kami memandang tahun 2021 ini, pertumbuhan perusahaan dalam menggalang dana di pasar modal Indonesia mengalami tren positif. Pemulihan ekonomi nasional masih terus berlanjut di tahun ini," kata Nyoman kepada wartawan di Jakarta, Selasa (12/10/2021).
Sehingga kata dia beberapa indikator pasar modal seperti halnya jumlah Perusahaan Tercatat yang melakukan fund raising di pasar modal, pertumbuhan jumlah investor dan IHSG juga mengalami perkembangan yang baik.
"Per tanggal 11 Oktober 2021, perusahaan yang mencatatkan sahamnya di BEI berjumlah 38 dengan jumlah dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp32,14 triliun. Sedangkan perusahaan yang mencatatkan Obligasi maupun Sukuk berjumlah 48 perusahaan dengan total emisi yang dicatatkan sebesar Rp76,08 triliun," paparnya.
Berdasarkan data KSEI, per September 2021 jumlah investor pasar modal sebanyak 6.431.444 atau meningkat 65,74% dibandingkan Desember 2020. IHSG pada penutupan akhir tahun 2020 masih berada pada level 5.979,073 dan mengalami perkembangan sampai dengan saat ini. Pada penutupan perdagangan saham tanggal 11 Oktober 2021, IHSG telah menyentuh angka 6.459,697.
"Adanya tren positif pada beberapa indikator pasar modal mencerminkan kepercayaan masyarakat dalam melakukan penggalangan dana melalui pasar modal dinilai relatif baik," ucapnya.
Aktifitas penggalangan dana di pasar modal diharapkan terus meningkat seiring pemahaman masyarakat dalam memanfaatkan pasar modal. Para pelaku pasar dan pemangku kepentingan termasuk korporasi, dapat memanfaatkan pasar modal sesuai kebutuhannya.
"Momentum pemulihan ekonomi nasional turut mendorong korporasi dalam melakukan penggalangan dana melalui pasar modal Indonesia," ucapnya.
Baca Juga: BEI Kaji Rencana Transaksi Saham Menggunakan Robot Trading
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
RUU Perampasan Aset Belum Rampung, Pemerintah Tunggu DPR
-
5 Posisi Meja Kerja Menurut Feng Shui agar Fokus Meningkat dan Rezeki Lancar
-
Pembukaan Akses Secara Paksa, Kubu PB XIV Purboyo Tegas akan Lawan Usai dapat Ancaman dan Intimidasi
-
Perkuat Sistem Tanggap Darurat Perusahaan, PT Semen Gresik Gelar Sertifikasi Pemadam Kebakaran
-
Misi Sulit Kiandra Ramadhipa Rebut Puncak Klasemen Moto3 Junior di Prancis
-
Mengerikan! Bus Suporter Argentina Dihujani Tembakan, Satu Orang Terluka
-
Kasus Dugaan Intimidasi dr. Icha Naik Penyidikan, Empat Terlapor Mulai Didalami
-
Mobil Brimob Terserempet KA Bandara di Sedayu, Begini Kronologinya
-
Penyelesaian Konflik Papua Harus Dimulai dari Dialog, Bukan Senjata
-
Review Film Inglourious Basterds: Dilema Moral dan Balas Dendam Nazi