Suara.com - Saham bank digital diprediksi tetap jadi primadona para investor meski sempat dalam tekanan dalam sebulan terakhir seiring dengan meningkatnya harga komoditas.
Direktur Ekuator Swarna Investama Hans Kwee memberi contoh, salah satu saham bank digital PT Bank Jago Tbk (ARTO) kini berhasil menguat kembali setelah sempat tertekan.
Saham Jago ditutup menguat 2,83 persen ke level Rp12.700 dengan nilai transaksi mencapai Rp542 miliar di mana asing melakukan beli bersih (net buy) senilai Rp55,93 miliar di seluruh pasar pada Selasa (12/10/2021) kemarin. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp24,71 miliar dilakukan di pasar negosiasi.
Menurut Hans dalam keterangan di Jakarta, Rabu, penguatan harga saham Jago tersebut mematahkan siklus penurunan harga selama sebulan terakhir. Sejak emiten penghasil batubara, CPO dan bank besar pesta gila gilaan, saham Jago justru menyelam di kedalaman Rp12.300 dari posisi Rp16.000 pada akhir September.
Ia melanjutkan, penguatan itu karena saham Jago sudah masuk fase jenuh jual. Seperti diketahui, beberapa waktu terakhir saham Jago telah melemah cukup signifikan yang disebabkan aksi jual yang sebagian besar dilakukan asing.
"Ketika tekanan jual mereda, investor mulai mengakumulasi kembali saham ini," ujar Hans, dilansir dari Antara.
Ia melanjutkan, belakangan asing cenderung masuk ke bank-bank konvesional karena terpicu bangkitnya sektor komoditas.
Dalam perspektif investor, saat ini hanya bank konvesional yang paling banyak menyalurkan kredit ke sektor komoditas, bukan bank digital. Jadi, ketika harga komoditas terbang tinggi, investor beranggapan bank bank besar bakal ikut ketiban berkah.
Fenomena tersebut menjelaskan mengapa investor melakukan aksi ambil untung (profit taking) dari emiten yang telah menikmati kenaikan harga saham selama pandemi, seperti farmasi, teknologi dan bank digital. Setelah itu, mereka merotasi portofolio dengan memperbanyak saham komoditas, konsumer dan bank besar.
Baca Juga: Akhir Pekan, IHSG Ditutup Menguat 1 Persen ke Level 6.481
Akan tetapi, Hans menilai situasi tersebut bersifat sementara. Investor tetap menaruh harapan besar terhadap saham bank digital, namun lebih selektif. Bank yang menyandang status fully digital, dan terintegrasi dengan ekosistem, diyakini bakal kembali menjadi primadona.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan secara teknikal saham Jago menunjukkan tanda tanda pembalikan arah (reversal).
"Ke depannya kami perkirakan masih rawan koreksi dalam jangka pendek. Saham Jago akan menguji area Rp12.700 terlebih dahulu. Namun demikian, apabila mampu bertahan di atas Rp12.575 sebagai supportnya, maka ARTO berpeluang menguat kembali," ujar Herditya.
Selain itu, pelaku pasar menganggap harga Jago saat ini jauh lebih rendah dari harga beli Ribbit Capital pada saat mengumumkan investasi di Jago. Investor menilai Jago layak dikoleksi karena telah menjadi portfolio investor kakap sekelas Ribbit, yang terkenal sangat jeli dalam melakukan valuasi.
Berita Terkait
-
Stock Split, Saham BBCA Sempat Naik ke Posisi 8.250
-
Lakukan Stock Split, Saham BBCA Mulai Hari Ini Seharga Rp 7.320
-
Dituding Luhut Minta Saham Freeport, Haris Azhar Ngakak: Yang Ngomong Gak Ngerti Aturan
-
Investor Transaksi Rp 19 Triliun, IHSG Selasa 12 Oktober Ditutup Menguat ke 6.486
-
Saham PTRO Ngegas To The Moon, Ternyata Ini Penyebabnya
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Harga Emas Bisa Cetak Rekor Tertinggi, Analis Ungkap Faktor Penyebabnya
-
Emas Antam Tiba-tiba Anjlok Tajam, Tapi Masih Dibanderol Rp 3 Juta/Gram
-
Petani Terancam, Wacana Pembatasan Tar-Nikotin Dinilai Bisa Ganggu Serapan Hasil Panen
-
Cetak Laba Rp68,11 Miliar, Emiten CASH Fokus di Sistem Pembayaran Digital
-
Rupiah Masih Belum Punya Tenaga, Dolar AS Masih di Level Rp16.839
-
Produsen Mie Sedaap PHK Massal Jelang Lebaran 2026 Demi Hindari Bayar THR
-
IHSG Bangkit dari Koreksi, Kembali ke Level 8.300
-
McDonald's RI Mulai Ekspansif Lagi
-
Impor Pikap India Lebih Murah, Agrinas Klaim Efisiensi Rp 46,5 Triliun
-
Duo Emiten 'BUMI' Masuk Daftar Saham Paling Banyak Dibeli dan Dijual Asing