Suara.com - Potensi kenaikan produksi padi pada sisa waktu 3 bulan ke depan diperkirakan terjadi pada 0,1 juta hektare atau 5,8 persen, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Perkiraan angka sementara ini dihitung melalui proses penghitungan produksi beras, diantaranya dengan menggunakan metode kerangka sampel area (KSA), metode ubinan dan konvensi gabah menjadi beras untuk pangan penduduk.
"Potensi luas panen pada Oktober sampai Desember 2021 mencapai 1,75 juta, meningkat 0,1 juta hektare atau 5,8 persen kalau dibandingkan tahun lalu. Sehingga dengan demikian, angka sementara kita menghitung luas panen padi pada 2021 ini sebesar 10,52 juta hektare," ujar Kepala BPS, Margo Yuwono, dalam Berita Resmi BPS, Jumat (15/10/2021).
Masih berdasarkan hitungannya, Margo mengungkapkan bahwa produksi padi pada Januari sampai September 2021 mencapai 45,61 juta ton gabah kering giling (GKG), meningkat 65,39 ribu ton atau naik sekitar 0,14 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya. Sejalan dengan angka di atas, produktivitas padi tahun ini meningkat 52,56 kuintal perhetare jika dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 51,28 kuintal perhektare.
"Adapun hitungan produksi padi pada Oktober-Desember yang akan datang diperkirakan mencapai 9,66 juta ton GKG, sehingga kalau kita hitung angka produksi padi Januari sampai Desember diperkirakan mencapai 55,27 juta ton GKG, meningkat 600,42 ribu ton atau naik sebesar 1,14 persen," katanya.
Sementara untuk hitungan produksi beras nasional pada tahun 2021, diperkirakan mencapai 31,69 juta ton, meningkat 351,71 ribu ton atau naik sebesar 1,12 persen jika dibandingkan tahun 2020.
"Produksi padi tahun ini, tertinggi ada di Jawa timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Sulawesi Selatan. Meskipun rata-rata panen raya bergeser, yang tadinya Maret menjadi April," katanya.
Meski demikian Margo menambahkan, realisasi luas panen padi di sepanjang Januari sampai September 2021 mencapai 8,77 juta hektare, turun 237,65 ribu hektare atau secara presentase turun 2,64 persen kalau dibandingkan kondisi pada tahun 2020, dimana luas panen padi saat itu mencapai 9,01 juta hektare.
"Proses penghitungan produksi beras dilakukan melalui verifikasi luas lahan berdasarkan kolaborasi bersama Kementan, BIG dan Kementerian ATR, dimana total luasan pada tahun 2019 mencapai 7,46 juta hektare," katanya.
Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri menyampaikan bahwa peningkatan produktivitas ini tidak terlepas dari upaya semua pihak, termasuk jajaran pemerintah yang terus mengembangkan benih unggul serta memanfaatkan kecanggihan teknologi mekanisasi dalam melakukan produksi.
Baca Juga: Kementan Targetkan Ekspor Tiga Kali Lipat Produk Pertanian di 2024
"Kita juga memfasilitasi petani dengan berbagai bantuan lain seperti pupuk, alsintan dan layanan KUR (Kredit Usaha Rakyat) pertanian. Kita berharap momentum ini dapat kita jaga dengan baik," turupnya.
Berita Terkait
-
Survei Bank Indonesia: Sektor Pertanian Meningkat di Saat Sektor Lainya Menurun
-
Dukung Petani Perempuan, Kementan Raih Penghargaan APE 2020
-
Atas Kinerjanya, Ditjen PSP Raih 2 Kategori Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Kementan
-
Manfaatkan Irigasi Perpompaan, Nilai Tambah Petani di Kabupaten Barru Meningkat
-
Mentan SYL Tekankan Pentingnya Data dan Informasi Publik
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Ramadan Jadi Momentum Refleksi Finansial, Nanovest Ajak Investor Susun Portofolio Sehat
-
S&P Peringatkan Indonesia soal Tekanan Fiskal, Ada Risiko Penurunan Rating
-
Kementerian ESDM: Perusahaan Amerika Tetap Harus Investasi Jika Mau Akses Mineral Kritis Indonesia
-
Belanja Pakaian Naik Tapi Pabrik Tekstil Boncos, Kemenperin: Impor Terus
-
BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 12,3% dan NPL 3,07%
-
Indeks Kepercayaan Industri Merosot di Februari ke Level 54,02
-
Tanpa Tim HR, UKM Kini Bisa Rekrut Karyawan Pakai AI
-
Menkop Mau Evaluasi Jarak Alfamart-Indomaret dengan Pasar Tradisional
-
Gandeng Inggris, OJK Pecut Perbankan Percepat Pembiayaan Iklim
-
56,3 Juta Pengguna QRIS, Indonesia Jadi Target Ekspansi AI Perbankan