Suara.com - Talasemia merupakan kelainan darah yang diturunkan dari salah satu atau kedua orang tua, dan membuat penderitanya mengalami anemia atau kurang darah. Keluhan yang dirasakan penderita Talasemia adalah cepat lelah, mudah mengantuk, hingga sesak nafas.
PT Insight Investments Management (INSIGHT) berkolaborasi dengan Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) dan Yayasan Talasemia Indonesia (YTI), serta didukung penuh oleh organisasi profesi Perhimpunan Subspesialis Radiologi Anak Indonesia (PSRAI), telah menggelar “Program Deteksi Dini Pada Lutut Penyandang Talasemia”, khususnya menyasar pada anak-anak penyandang Talasemia.
Pada hari pertama, penerima manfaat adalah 24 pasien anak dari Rumah Sakit Harapan Bunda, Rumah Sakit Hermina Jatinegara, dan RSUP Fatmawati, sedangkan pada hari kedua ada 26 pasien anak dari Rumah Sakit Harapan Kita dan Rumah Sakit Hermina Kemayoran.
Melalui acara ini, para penyelengga berharap agar upaya deteksi bagi penyandang Talasemia dapat dilakukan sedini mungkin, untuk mencegah resiko kecacatan akibat komplikasi penyakit tersebut. Selain itu, diharapkan agar pengetahuan dan kesadaran masyarakat sejak dini terkait penyakit Talasemia juga meningkat.
“Insight Investments Management bersama dengan YIIM dan YTI menekankan sangat pentingnya dukungan keluarga (caregiver) dan akses layanan kesehatan bagi pasien untuk dapat hidup berdamai dengan penyakit Talasemia. Penyandang Talasemia memerlukan perawatan sejak dini dan terapi rutin agar dapat tetap memiliki kehidupan yang berkualitas dan melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik. Kepatuhan penyandang dalam mengkonsumsi obat sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengobatan,” ujar Suluh Tripambudi Rahardjo, Head of Investment Specialist, yang juga sekaligus sebagai koordinator Tim CSR PT Insight Investments Management ditulis Kamis (21/10/2021).
Penerima manfaat “Program Deteksi Dini Pada Lutut Penyandang Talasemia” ini berjumlah 50 anak penyandang Talasemia berusia 2-17 tahun, yang dibagi dalam 2 hari pemeriksaan. Penerima manfaat yang merupakan para penyandang Talasemia Mayor pada anak akan mengikuti program pemeriksaan kesehatan dan dapat memiliki hasil pemeriksaan berupa ekspertise USG lutut terkini sebagai upaya pencegahan terhadap risiko kecacatan.
"INSIGHT juga mengucapkan terima kasih kepada para Investor yang telah berinvestasi melalui produk reksa dana Insight Money (I-Money) dan Insight Money Syariah (I-Money Syariah), karena secara tidak langsung Insight bersama para investor telah berkontribusi dalam mendorong berbagai aktivitas dan program untuk membangun Indonesia yang lebih sehat sejak dini,” tambah Direktur PT Insight Investments Management Ria Meristika Warganda.
Lebih lanjut, Ketua YIIM Chrisbiantoro berharap dengan adanya “Program Deteksi Dini Pada Lutut Penyandang Talasemia” ini, maka sosialisasi dan edukasi terkait Talasemia akan semakin gencar, sehingga masyarakat juga semakin paham dan sadar tentang Talasemia.
Indonesia termasuk negara dengan prevalensi Talasemia mencapai sekitar 3,8 persen dari seluruh populasi. Sementara itu, Bapak Ruswandi, Ketua Yayasan Talasemia Indonesia, mengharapkan agar selanjutnya kita tak lagi hanya mengedepankan pengobatan, namun harus memprioritaskan pencegahan untuk memutus mata rantai penyebaran Talasemia, melalui edukasi dan kampanye pencegahan di lingkup sekolah.
Baca Juga: Syailendra Capital Luncurkan Aplikasi Produk Reksa Dana
Saat ini, terdapat lebih dari 10.531 pasien Talasemia yang ada di Indonesia, dan diperkirakan sekitar 2.500 bayi lahir dengan kondisi tersebut setiap tahunnya. Diketahui pula bahwa provinsi Jawa Barat adalah daerah dengan prevalensi Talasemia terbanyak se-Indonesia.
Maka, “INSIGHT akan terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pencapaian kualitas hidup yang lebih baik melalui berbagai upaya peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya menghadapi penyakit yang tergolong langka (rare disease), salah satunya adalah Talasemia,” tutup Suluh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Neraca Pembayaran Indonesia Defisit USD9,1 Miliar, Terburuk Sejak Pandemi
-
Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Kebakaran Kemayoran, Cek Jalur Alternatifnya
-
Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka
-
Perkuat PT GMM, Bulog Fokus Jaga Kepercayaan dan Kemitraan dengan Petani Tebu Blora
-
Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja
-
PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif
-
Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit
-
5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI
-
Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI
-
Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun