Suara.com - Guna menguatkan infrastruktur kesehatan pada transisi status pandemi menjadi endemi serta senantiasa mengedukasi masyarakat akan pentingnya perilaku hidup bersih sehat, termasuk mencuci tangan pakai sabun, Reckitt Indonesia melalui merek beberapa mereknya menghadirkan kembali inisiatif kolaborasi bersama Palang Merah Indonesia (PMI) dan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).
Program ini merupakan wujud komitmen perusahaan dan merek dalam mendorong percepatan pemulihan pandemi Covid-19 di Indonesia. Tahun ini, Reckitt Indonesia berkolaborasi dengan sejumlah pemangku kepentingan untuk menyediakan sejumlah dukungan, seperti 50 oxygen concentrator senilai 696 Juta dan donasi produk senilai 151 Juta kepada Kemenkes serta 200 ribu paket kebersihan senilai 3.2 Miliar rupiah kepada Palang Merah Indonesia (PMI).
Sebelumnya, perusahaan telah mengadakan berbagai program edukasi dan vaksinasi massal di Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya pada bulan Juni hingga Agustus tahun ini.
Sebagaimana diketahui, saat ini kondisi penanganan pandemi COVID-19 telah menunjukkan perbaikan yang signifikan, dimana setiap pemangku kepentingan, khususnya di sektor kesehatan berhasil menurunkan angka positivity rate harian di bawah standar dunia.
Tak hanya itu, tren peningkatan kesembuhan pasien COVID-19 di Indonesia juga terus memperlihatkan situasi yang membahagiakan.
Kondisi penanganan pandemi COVID-19 yang terus membaik kemudian memunculkan himbauan masyarakat dari Pemerintah Indonesia untuk hidup berdampingan dengan virus, sekaligus memunculkan transisi dari pandemi ke endemi dengan kesiapan infrastruktur kesehatan yang lebih matang.
“Sebagai perusahaan yang terus berusaha memberikan dampak positif melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan, kami berkomitmen untuk melindungi, menyembuhkan, dan bersama – sama menciptakan dunia yang lebih sehat dan lebih bersih. Kami percaya dengan kolaborasi bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Palang Merah Indonesia, kami dapat mempercepat pemulihan pandemi COVID-19 sekaligus menyiapkan infrastruktur kesehatan dalam transisi status pandemi melalui program donasi ini,” kata Srinivasan Appan, General Manager Reckitt Indonesia ditulis Jumat (29/10/2021).
Selain itu, ia menambahkan Reckitt Indonesia dan Dettol ingin turut memastikan bahwa masyarakat Indonesia tidak hanya secara konsisten menjaga dan melaksanakan protokol kesehatan dengan baik, tetapi juga membantu pemerintah dalam hal ketersediaan infrastruktur kesehatan yang memadai, khususnya guna melawan potensi terjadi kembalinya pandemi atau penyakit menular baru yang tidak terduga di masa depan.
Hadir dalam acara penyerahan program donasi, Muhammad Jusuf Kalla, Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), menyatakan apresiasi dan dukungannya bagi perusahaan.
Baca Juga: Wali Kota Cilegon Sebut Vaksinasi Capai 70 Persen, Swasta Ikut Support
“Sebagai sebuah organisasi perhimpunan nasional yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan, Palang Merah Indonesia percaya bahwa penanganan COVID-19 membutuhkan partisipasi dari beragam pihak melalui solusi jangka panjang. Salah satunya, dengan menyediakan akses konsisten bagi masyarakat kepada solusi sanitasi dan kebersihan,” kata Jusuf Kalla.
Jusuf Kalla berharap dengan adanya donasi dan diseminasi paket kebersihan Dettol dan Harpic dari Reckitt, masyarakat Indonesia dapat senantiasa waspada menerapkan protokol kesehatan dan mengaplikasikan perilaku hidup bersih dan sehat, salah satunya mencuci tangan.
Berkaitan penanganan COVID-19, Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Dr. dr Eka Jusup Singka, M.Sc mengapresiasi program Reckitt Indonesia.
“Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan percaya bahwa dukungan pada infrastruktur kesehatan merupakan strategi percepatan pemulihan pandemi COVID-19 yang sangat tepat. Hal ini akan selalu beriringan dengan kegiatan Tracing, Testing, Treatment yang akan terus kami percepat. Selain itu, sangat penting bagi masyarakat Indonesia untuk terus menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” ucapnya.
Donny Wahyudi, Head of External Communications and Community Affairs Reckitt Indonesia menambahkan, program donasi ini terus kami gulirkan untuk membantu percepatan pemulihan pandemi COVID-19, khususnya guna mempersiapkan infrastruktur kesehatan Indonesia agar lebih siap dan senantiasa waspada.
"Kami percaya bahwa perubahan tidak dapat dicapai dengan solusi jangka pendek dan akses akan produk sanitasi kami secara berkelanjutan bagi masyarakat dan beragam pihak adalah kunci keberhasilan dalam memenangkan pandemi,” kata Donny.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi
-
Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan
-
Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah
-
Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO
-
Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?
-
QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat
-
India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan
-
Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?
-
Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada
-
Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%