Suara.com - Menteri Kesehatan Malaysia, Yang Berhormat Khairy Jamaluddin meluncurkan Malaysia Healthcare Travel Industry Blueprint 2021- 2025. Dipelopori oleh Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC), Blueprint yang dibuat oleh industri kesehatan ini digunakan sebagai dokumen panduan untuk para stakeholder dalam memberikan pengalaman perjalanan kesehatan terbaik yang diberikan Malaysia pada tahun 2025.
Peluncuran ini juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal, Kementerian Kesehatan Malaysia, YBhg. Dato’ Mohd Shafiq bin Abdullah, dan Direktur Jenderal, Kementerian Kesehatan Malaysia, YBhg. Tan Sri Dato’ Seri Dr. Noor Hisham Abdullah.
Blueprint ini bertujuan untuk meningkatkan ekosistem perjalanan perawatan kesehatan yang ada saat ini, memperkuat merek Malaysia Healthcare, dan memperluas pengenalan perawatan kesehatan yang ditawarkan oleh Malaysia kepada pasar yang disasar.
Strategi dari Blueprint ini meliputi:
- Meningkatkan kualitas perawatan medis
- Mendigitalisasikan perjalanan pasien
- Melanjutkan upaya untuk menjadi destinasi terdepan di dunia yang menyediakan penawaran medis terjangkau bagi wisatawan medis
- Mengangkat penawaran yang diberikan oleh Malaysia dengan menunjukkan keramahan sebagai destinasi kesehatan dan rekreasi yang aman dan terpercaya.
“Untuk setiap rencana dan aspirasi yang telah dipaparkan hari ini, kita harus ingat bahwa tujuan akhirnya adalah untuk membangun masa depan yang berkelanjutan bagi sistem perawatan kesehatan. Seperti sebuah upaya kolektif yang saat ini sedang berlangsung dengan mengubah Malaysia ke fase endemi, tentu saja semua industri juga perlu melaksanakan Blueprint ini dengan keunggulan yang mereka miliki. Saya menyarankan adanya kolaborasi perawatan kesehatan lintas batas yang lebih baik dan mendorong negara-negara untuk bekerja sama secara lebih efisien agar dapat memberikan layanan kesehatan berkelanjutan secara global,” kata YB Khairy Jamaluddin ditulis Selasa (2/11/2021).
Sebagai lembaga pemerintahan yang mendapat kepercayaan untuk melanjutkan pengembangan industri perjalanan perawatan kesehatan, MHTC berharap dapat mendorong kerja sama yang lebih kuat antara publik dan swasta, hal ini telah menjadi faktor keberhasilan MHTC di balik pertumbuhan Malaysia Healthcare.
Seiring dengan investasi yang dilakukan oleh pemerintah dalam industri ini, MHTC bermitra dengan para pemain utama dari sektor swasta seperti perawatan kesehatan, kebugaran, perhotelan, pariwisata, transportasi, dan banyak lagi, di mana mereka akan tetap teguh dalam mengembangkan industri ini lebih lanjut ke depannya.
Malaysia Healthcare Travel Industry Blueprint 2021-2025 adalah sebuah panduan yang relevan untuk pemulihan industri kesehatan yang sedang mengalami transisi ke endemisitas, hal ini dapat dilihat dari kerja sama antara institusi-institusi publik dan swasta yang telah membuktikan adanya dukungan yang diberikan dalam pertumbuhan Malaysia Healthcare sejauh ini.
Keberhasilan yang terus-menerus dilakukan oleh Malaysia Healthcare akan terbukti melalui pemberdayaan para pelaku industri yang menjalankannya dan selaras dengan Blueprint, di mana mereka akan menjadi yang terdepan dengan keunggulan peran yang mereka miliki masing-masing.
Baca Juga: Antisipasi Gelombang Tiga COVID-19 Akhir Tahun, Pemkab Bekasi Siapkan Langkah Ini
Pelaksanaan Malaysia Healthcare Travel Industry Blueprint 2021-2025 di bagi dalam dua fase utama, di mana pengalaman perjalanan perawatan kesehatan akan menjadi fokus utama:
- Fase Pemulihan (2021-2022): untuk memperkuat pengetahuan terhadap penawaran-penawaran berkualitas kelas dunia yang dimiliki oleh Malaysia Healthcare dan meningkatkan pengalaman pasien melalui upaya digitalisasi;
- Fase Rebuild (2023-2025): para pelaku industri dapat bekerja sama secara kolektif untuk memperkuat pengetahuan mengenai penawaran-penawaran khusus yang dimiliki oleh Malaysia Healthcare, seperti Fertility Hub of Asia, Cardiology Hub of Asia, dan Cancer Care Centre of Excellence.
MHTC juga membuat Flagship Medical Tourism Hospital Programme untuk lebih memperkuat posisi Malaysia sebagai destinasi perawatan kesehatan terdepan, serta mengembangkan Malaysia sebagai destinasi untuk kehidupan di masa pensiun.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Danantara Evaluasi Peluang Investasi Strategis, Potongan Komisi Ojol Ditarget Turun Jadi 8 Persen
-
Dasco: Kita Bikin UU Ketenagakerjaan yang Baru, Silakan Buruh yang 'Masak'
-
Dasco: Pemerintah Akan Ambilalih 'Perusahan Sakit' agar Tak Ada PHK Buruh
-
Minyak Mentah Rusia Segera Masuk RI, Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman
-
BNI Konsisten Dorong Pemerataan Pendidikan Lewat Beasiswa Nasional
-
BPJS Kesehatan - Persi Perkuat Kolaborasi Strategis Keberlanjutan Program JKN untuk 5 Tahun ke Depan
-
Penguatan Ekonomi UMKM Batik di Giriloyo Melalui 'Diplomasi' Pasar Global
-
Kolaborasi Developer PT CGIS dengan BRI, Program PKS Permudah Akses Wujudkan Rumah Impian
-
Bukan Cuma Denda Rp100 Ribu, Ini Risiko Jika Kamu Tidak Lapor SPT Tahunan
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp60.000 per Kg, Telur Ayam Rp31.000