Suara.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan surplus neraca perdagangan pada tahun ini bakal lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Bahkan, surplus pada tahun ini bisa dua kali lipat dibandingkan tahun 2020.
Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Kemendag Marolop Nainggolan mengemukakan, capaian itu bisa diraih dengan melihat perekembangan surplus neraca perdagangan selama pandemi.
"Jadi, kami yakin akhir tahun nanti kami bisa dapat surplus perdagangan dua kali lipat dari yang terjadi tahun 2020 lalu. ini adalah prestasi yang belum pernah terjadi di indonesia," ujar Marolop dalam pelepasan ekspor reduktan pestisida secara virtual, Selasa (30/11/2021).
Marolop memaparkan, surplus neraca perdagangan hingga Oktober 2021 ini telah mencapai USD 30 miliar. Ia melanjutkan, capaian ini melebihi data surplus neraca perdagangan selama tahun 2020 sebesar USD 21 miliar.
Dengan pencapaian ini, tutur Marolop, membuktikan di tengah pandemi atau adanya pembatasan aktivitas sektor perdagangan tetap bisa jalan.
"Bayangkan, 10 bulan sudah dapat 30 miliar USD, dibandingkan satu tahun lalu. Bapak ibu bisa lihat dan buktikan itu. ini surplus perdagangan tertinggi sepanjang sejarah. Jadi tidak ada pembatasan itu menghalangi perdagangan kita, memperoleh keuntungan perdagangan," ucap dia.
Marolop menambahkan, kinerja perdagangan pada tahun ini juga sangat menjajikan. Sampai Oktober, ungkap dia, nilai perdagangan Indonesia sebesar USD 341 miliar.
Menurut dia, raihan ini melampaui capaian tahun 2020 yang mana nilai perdagangannya sebesar USD 304 miliar.
"Ini angka yang belum pernah terjadi, sampai bulan oktober saja. Padahal 2020 satu tahun itu cuma USD 304 miliar. Bayangkan, pandemi kita perdagangannya meningkat. ini tertinggi, rekor ya," pungkas Marolop.
Baca Juga: Tingkatkan Ekspor di Kawasan Perbatasan, Kemendag Dirikan Pusat Promosi Ekspor di Entikong
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik
-
Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran
-
Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026
-
285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret
-
LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas
-
Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat
-
Kendaraan Arus Balik Mulai Ramai, Rest Area di Tol Semarang Terapkan Pola Buka-Tutup
-
Bank Indonesia: Uang Beredar Tumbuh Kuat, Ini Pendorongnya
-
HFM dan Arsenal Umumkan Kemitraan Global Jangka Panjang
-
OJK Terbitkan Aturan Baru, Asing Bisa Akses Informasi Keuangan Indonesia