Suara.com - PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) berkolaborasi dengan Standard Chartered Bank Indonesia (Standard Chartered) memperkuat kepemimpinan di industri keuangan dengan meluncurkan dua dana investasi campuran dalam mata uang rupiah dan dolar AS yaitu PRULink Rupiah Global Managed Income Fund dan PRULink US Dollar Global Managed Income Fund.
Kedua dana investasi ini sesuai bagi nasabah dengan profil risiko sedang-tinggi dan memiliki preferensi alokasi dana investasi di luar negeri dengan potensi Tambahan Nilai Investasi bulanan.
“Prudential Indonesia berkomitmen untuk terus berinovasi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia, di antaranya dengan memberikan akses bagi nasabah untuk berinvestasi pada saham-saham luar negeri, termasuk perusahaan-perusahaan inovatif global. Pilihan dana investasi yang ditawarkan telah dipilih dengan cermat dengan menerapkan prinsip kehati-hatian, dan memperhitungkan potensi imbal hasil investasi dalam jangka panjang, serta memberikan potensi Tambahan Nilai Investasi bulanan. Inovasi terbaru ini sejalan dengan aspirasi kami untuk menjadikan masyarakat Indonesia lebih sejahtera dan mendapatkan yang terbaik dalam kehidupan,” kata Ivy Widjaja, Chief Partnership Distribution Officer Prudential Indonesia ditulis Selasa (7/12/2021).
Selain ke pasar pendapatan tetap di dalam dan luar negeri, dana investasi ini juga diinvestasikan secara global di saham-saham perusahaan inovatif (megatrend) yang merupakan perusahaan global dan berkelanjutan dengan kekuatan ekonomi makro yang dapat memberikan pengaruh pada lanskap ekonomi, bisnis, dan sistem sosial dunia.
Skema dana yang berinvestasi di pasar asing (offshore funds), termasuk dalam sektor teknologi dan media, memiliki potensi yang besar. Dari sisi kinerja, sektor-sektor tersebut masih menawarkan potensi pertumbuhan tinggi dan akan terus menggerakan ekonomi dunia.
Data mengenai peringkat Return on Investment (ROI) berdasarkan sektor di AS pada kuartal ketiga 2021 yang dirilis CSI Market mencatat sektor teknologi dan layanan kesehatan masing-masing memiliki nilai ROI sebesar 24,89% dan 10,11% .
“Kami sangat senang kemitraan kami dengan Prudential Indonesia terus berkembang melalui hadirnya inovasi-inovasi produk terbaru yang dirancang untuk menjawab kebutuhan nasabah yang sangat dinamis. Kami telah memperkenalkan PRULink US Dollar Global Tech Equity Fund di September 2021 untuk memberikan kesempatan bagi para nasabah kami dapat berinvestasi secara global di saham perusahaan-perusahan yang mayoritas kegiatan ekonominya berada di sektor teknologi. Kini dengan PRULink Rupiah Global Managed Income Fund dan PRULink US Dollar Global Managed Income Fund yang dirancang untuk dapat memberikan potensi Tambahan Nilai Investasi bulanan, nasabah kami memiliki fleksibilitas dan likuiditas lebih besar selain apresiasi modal jangka panjang untuk mengoptimalkan portofolio investasi mereka. Kami ingin menjadi pilihan pertama para nasabah ketika mencari produk-produk perlindungan dan pengelolaan kekayaan. Oleh karena itu, kami akan terus menghadirkan beragam produk dan layanan terbaik kepada nasabah setia kami.” kata Meru Arumdalu, Head of Wealth Management, Standard Chartered Bank Indonesia.
Prudential Indonesia selalu menerapkan prinsip kehati-hatian secara optimal dalam memilih instrumen investasi yang memiliki fundamental baik dan pendanaan yang kuat. Dalam mengelola dana nasabah, Prudential Indonesia bekerja sama dengan Eastspring Investments Indonesia (Eastspring Indonesia), salah satu perusahaan pengelolaan investasi terkemuka di Indonesia, serta Wellington Management, perusahaan pengelolaan investasi terkemuka dengan dana kelolaan lebih dari USD1 triliun.
PRULink Rupiah Global Managed Income Fund dan PRULink US Dollar Global Managed Income Fund mulai tersedia dan dapat dipilih sebagai salah satu pilihan dana investasi mulai tanggal 22 November 2021 pada produk VERSALink Investor Account Plus milik nasabah Standard Chartered.
Baca Juga: 7 Cara Investasi Reksadana Online dan Offline, Bisa Dari Ponsel
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan
-
Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur
-
Kronologi Pemudik Terjebak di Jalan Sawah Sleman Akibat Google Maps, Antrean Panjang Tak Terhindar
-
Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan
-
Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III
Terkini
-
Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur
-
Incar Dana Global, Merdeka Gold Resources (EMAS) Mau Listing di Bursa Hong Kong
-
Bos BlackRock Wanti-wanti Harga Minyak US$ 150, Dunia Diambang Resesi Hebat?
-
PT KAI: Arus Balik Belum Capai Puncaknya
-
Tiket KA Lebaran Nyaris Ludes, Penjualan Tembus 96,5 Persen Saat Arus Balik Menguat
-
IHSG Masih Kuat di Sesi I, 554 Saham Melonjak
-
Arus Balik Bali-Jawa Lesu di H+2 Lebaran, Jumlah Penumpang dan Kendaraan Justru Turun
-
Jumlah Motor Sebrangi Bakauheni Meroket, Naik 85 Persen di H+2 Lebaran
-
Arus Balik Membludak, 128 Ribu Orang Menyeberang dari Sumatera ke Jawa di H+2 Lebaran 2026
-
Legislator: Negara Rogoh Kocek Rp 6,7 T Setiap Kenaikan Harga Minyak 1 Dolar AS