Suara.com - Harga emas turun pada perdagangan hari Selasa, karena dolar yang lebih kuat dan imbal hasil Treasury AS membebani daya tariknya.
Mengutip CNBC, Rabu (8/12/2021) harga emas dipasar spot sedikit berubah pada USD1.778,79 per ons. Sementara harga emas berjangka datar diposisi USD1.780,00.
Indeks dolar stabil, tergantung di sebuah lompatan semalam dibuat dengan yield AS karena investor berharap tanda-tanda awal varian omicron mungkin ringan akan terbukti benar.
Dolar yang lebih kuat meningkatkan biaya emas bagi pembeli yang memegang mata uang lain, sementara hasil yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang emas batangan.
Deputi Gubernur Bank of England Ben Broadbent mengatakan pada hari Senin bahwa inflasi di Inggris mungkin “dengan nyaman melebihi” 5 persen pada bulan April dan bahwa pasar tenaga kerja yang ketat di negara itu berisiko menjadi sumber inflasi yang lebih persisten.
Pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga cenderung mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik, meningkatkan biaya peluang emas tanpa bunga.
Pasar keuangan, yang telah berjuang tahun ini untuk menguraikan sinyal kebijakan bank sentral, menghadapi tantangan terbesar mereka pada bulan Desember ketika dalam waktu 24 jam Federal Reserve, ECB dan Bank of England mengadakan pertemuan penting.
Para menteri keuangan zona eropa tetap optimis pada hari Senin tentang prospek pertumbuhan ekonomi meskipun varian virus corona omicron, dan mereka setuju untuk melanjutkan kebijakan fiskal yang cukup mendukung tahun depan.
Penjualan produk emas Perth Mint pada November melonjak sekitar 94 persen dari bulan sebelumnya ke puncak delapan bulan, kata perusahaan penyulingan itu, Senin.
Baca Juga: Bukan Omicron, Kemenkes Minta Masyarakat Tetap Waspada Covid-19 Varian Delta
Sementara itu harga logam lainnya perak turun 0,2 persen menjadi USD22,31 per ounce. Platinum stabil di USD938.00 dan paladium turun 0,3 persen menjadi USD1.849,19.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Perang Terbuka! AS Klaim Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
Terkini
-
OJK Desak BNI Kembalikan Dana Umat Gereja Rp28 Miliar yang Hilang
-
Target Tembus Rp563 Miliar, CBDK Optimis Properti PIK 2 Makin Dilirik Investor
-
Awas, Risiko Kebocoran Solar Subsidi Imbas Harga BBM Nonsubsidi Naik Gila-gilaan
-
BBRI atau BMRI? Pakar Senior Ini Ungkap Saham Pilihannya untuk Jangka Panjang
-
Cara Andi Hakim Tilap Dana Nasabah Rp28 Miliar, Modus 'BNI Deposito Investment'
-
Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara
-
Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya
-
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump
-
Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA
-
Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal