- Pemerintah gandeng Arm Limited cetak 15.000 talenta semikonduktor demi kemandirian teknologi.
- Sektor chip jadi kunci target pertumbuhan ekonomi 8% di era Presiden Prabowo Subianto.
- RI fokus pada desain semikonduktor dibanding bangun pabrik yang butuh investasi jumbo.
Suara.com - Pemerintah Indonesia tancap gas memperkuat ekosistem teknologi nasional. Tak main-main, target ambisius dipatok: mencetak 15.000 talenta ahli di bidang semikonduktor. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar transformasi ekonomi digital di bawah komando Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan, penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor desain chip adalah kunci masa depan ekonomi Indonesia. Untuk mewujudkannya, pemerintah menggandeng raksasa teknologi asal Inggris, Arm Limited.
"Dengan Arm Limited Inggris ini, dengan basis engineers di Cambridge, ini yang akan ikut mengembangkan talenta kita. Ditargetkan 15.000 talenta dalam waktu yang tidak terlalu lama," ujar Airlangga di Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Airlangga menjelaskan, penguasaan teknologi semikonduktor bukan sekadar gaya-gayaan. Sektor ini adalah jantung dari digitalisasi yang pertumbuhannya bersifat eksponensial, jauh melampaui sektor ekonomi konvensional.
Langkah ini juga menjadi mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional hingga menyentuh angka 8 persen pada periode 2028-2029.
"Untuk tumbuh di sektor digitalisasi, ada satu core yang harus dikuasai, yaitu terkait dengan semiconductor," imbuhnya.
Menariknya, pemerintah memilih jalan yang lebih taktis. Alih-alih langsung membangun pabrik manufaktur (foundry) yang menelan biaya puluhan miliar dolar AS, Indonesia memilih fokus pada penguatan kemampuan desain dan pengembangan teknologi.
Strategi ini diambil agar Indonesia memiliki kemandirian teknologi dan tidak terjatuh ke lubang yang sama di masa lalu. Airlangga mengingatkan sejarah industri semikonduktor nasional yang sempat tumbang saat pemain global hengkang.
"Begitu Fairchild pergi, ya industrinya juga ikut terangkat (hilang). Kita tidak ingin itu terulang," tegasnya.
Baca Juga: Rincian Fitur MacBook Neo, Laptop Termurah Apple Pakai Chip Milik iPhone 16 Pro
Untuk mendukung ekosistem ini, pemerintah akan melibatkan berbagai perguruan tinggi guna menyusun kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri teknologi global. Dengan talenta yang mumpuni, Indonesia bersiap menjadi pemain kunci dalam rantai pasok semikonduktor dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Bank-bank Kecil Berguguran di Tahun 2026, Pertanda Apa?
-
Stok BBM RI Tersedia Hanya 20 Hari Kedepan Imbas Konflik Timteng, Bahlil: Aman Sampai Lebaran!
-
Wujud Swasembada Pangan, Menteri Trenggono Cek Kesiapan Kampung Nelayan Merah Putih di Bantul
-
Nominal BHR Ojol Gojek, Grab, Maxim, dan inDrive 2026: Cek Jadwal Cairnya
-
IHSG Masih Rebound di Sesi I, 630 Saham Meroket
-
Antisipasi Perang, Pemerintah Mulai Impor Minyak AS dan Bangun Storage Baru
-
Batas Maksimal Tarik Tunai ATM Pecahan Rp 20.000, THR Bisa Sepuasnya?
-
Fitch Ratings Soroti MBG, Airlangga: Itu Investasi Menguntungkan
-
Imbas Konflik Timur Tengah, Chandra Asri Group Nyatakan Force Majeure
-
Emiten BUMI Bangkit, Investor Serok Saham di Tengah Teka-teki Hilangnya Chengdong