Suara.com - Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melihat dengan menurunnya angka kasus Covid-19 saat ini, pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia diproyeksikan akan terus meningkat, khususnya pada subsektor fesyen dan kuliner yang diharapkan bisa menjadi prioritas. Sehingga bisa membangkitkan ekonomi masyarakat.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengungkapkan, salah satu kebangkitan ekonomi yang harus didukung adalah Kota Maros. Kota yang berada di pulau Sulwesi tersebut menjadi salah satu klaster ekonomi kreatif yang harus dikembangkan pada tahun 2021 ini. Pasalnya, potensi kota tersebut sangatlah besar khususnya dalam bidang ekonomi kreatif.
“Sehingga kita harus membantu pengembangan ekonomi kreatif agar dapat terintegrasi secara nasional. Selain itu, berpeluang besar sebagai basis pengembangan inkubasi bisnis dan membuka peluang untuk usaha-usaha baru dan start-start up yang berdaya saing global,” katanya ditulis Kamis (16/12/2021).
Dia menambahkan, kita menemukan adanya produk yang memang baik dan bagus. Ada beberapa produk yang memang cukup baik dan ini akan didampingi pengembangannya. Baik soal packaging dan juga pemasarannya. Ekosistem ekonomi kreatif pengembangan kabupaten dan kota kreatif, pihaknya melihat peluang untuk mengambangkan ekonomi kreatif guna pengembangan dan peningkatan ekonomi di Maros.
Dia menegaskan, diharapkan segera melakukan pengembangan sehingga menjadi salah satu kota yang menjadi kiblat fesyen dan kuliner di pulau Sulawesi. Oleh karenanya, pengembangannya juga akan oleh Kemenparekraf/Baparekraf. Sehingga Kota Makassar dapat berpeluang ditetapkan menjadi Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Indonesia sesuai dengan subsektor ekraf unggulan daerahnya.
Menurutnya, Potensi subsektor fesyen dan Kuliner di Kota ini dinilai cukup baik, hal ini dapat dilihat melalui beragam karya ekonomi kreatif yang menembus pasar nasional maupun internasional.
Diharapkan melalui kegiatan pada hari ini dapat meningkatkan motivasi, kreativitas dan prestasi dalam berkarya. Sehingga subsektor Fesyen dapat menjadi lokomotif ekonomi kreatif Kota Makassar yang mampu mendorong pembangunan daerah.
“Oleh karena itu, saya mendatangkan pakar yang diharapkan bisa mengembangkan para desainer dan juga hal laon untuk mendjadikan kota Maros menjadi pusat fesyen dan kuliner di Sulawesi,” tukasnya.
Dia menuturkan, Workshop Pengembangan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif dapat mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi, seni, dan budaya untuk mengembangkan potensi 17 subsektor ekonomi kreatif yang ada.
Baca Juga: Forum Ijtima Ulama-Pemuda Islam Jabar Deklarasi Dukung Sandiaga Uno di 2024
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha
-
Produk Tembakau Alternatif Ramai Digunakan, Edukasi Jadi Sorotan
-
Konsep Baru Transmigrasi, Mentrans Dorong Apartemen dan Rumah Susun untuk Pendatang
-
Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal
-
Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan
-
Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM
-
Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal
-
418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia
-
Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan
-
Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya