Suara.com - The Iconomics memberikan apresiasi kepada anak-anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam “Indonesia State-Owned Companies–Leading Brand Awards 2021”. Sebagaimana kita ketahui bersama perusahaan BUMN dan anak-cucunya BUMN terus melakukan adaptasi dengan berbagai efisiensi dan efektivitas.
Tidak hanya perusahaan induknya yang harus melakukan langkah-langkah tersebut, tapi juga anak-cucunya. Pasalnya, anak perusahaan akan mempengaruhi kinerja induk perusahaan. Kontribusi anak perusahaan BUMN dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap performa dan reputasi induknya.
Itulah landasan awal pentingnya memberikan apresiasi kepada anak perusahaan. Indonesia State-Owned Companies – Leading Brand Awards diberikan berdasarkan popularitas dan reputasi anak-anak perusahaan BUMN dari riset yang digelar pada Oktober-November 2021 dengan melibatkan lebih dari 12.000 responden dari berbagai usia di 8 kota besar di Indonesia.
The Iconomics melakukan survei online kuantitatif di 8 kota besar kepada lebih dari 12.000 responden. Kota-kota tersebut adalah Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Pontianak, dan Manado.
Selain itu, ada pula proses Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan beberapa kalangan untuk memilih 120 anak perusahaan BUMN yang diikutsertakan dalam survei, yaitu anak-anak perusahaan yang memiliki eksposur terbesar. Pembatasan ini dilakukan untuk mengakomodir teknis riset yang memiliki batasan entitas untuk dikaji.
Sebanyak 120 kandidat diikutsertakan dalam survei online 12.000 responden untuk mendapatkan skor kuantitatif. Bentuk pertanyaan kepada responden bersifat tertutup, dimana responden memilih brand anak perusahaan di daftar yang sudah disediakan.
Ada dua buah parameter skoring oleh responden dalam survey tersebut, yakni Awareness dan Image. Paremeter Image hanya akan berlaku/dihitung apabila responden yang sama menjawab “Ya” pada pertanyaan Awareness (hanya responden yang merasa mengenal perusahaan tersebut yang parameter Image-nya dihitung). Perlakuan ini bertujuan untuk memfilter jawaban image dari responden yang sebenarnya tidak mengenali perusahaan tersebut.
Penerima Award harus memenuhi kriteria, pertama, mendapatkan skor Average Brand Awareness >30%. Kedua, mendapatkan skor Average Brand Image >3,7.
“Apresiasi kepada anak perusahaan BUMN ini diharapkan dapat menjadi stimulant kepada anak-anak BUMN lainnya untuk memacu dan meningkatkan kinerja perusahaan dan brand image perusahaan. Apalagi BUMN, termasuk anak perusahaan BUMN memiliki peran penting dalam perekonomian nasional,” kata Founder & CEO The Iconomics Bram S. Putro ditulis Sabtu (18/12/2021).
Baca Juga: Dinilai Sukses Pimpin BUMN, Relawan Dukung Erick Thohir Maju Pilpres 2024
Selain “Indonesia State-Owned Companies–Leading Brand Awards 2021”, dalam kesempatan yang sama juga digelar “Indonesia Top GCG Awards 2021”. Dimana apresiasi tersebut diberikan kepada perusahaan-perusahaan terbaik yang mengimplementasi good corporate governance (GCG) yang baik.
“GCG akan berkorelasi positif dengan citra perusahaan, maka sudah semestinya perusahaan harus memiliki concern pada adopsi GCG yang komprehensif,” kata Bram.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek
-
Kantongi Sertifikat, Pertamina Bisa Jual Avtur dari Minyak Jelantah Secara Global
-
Menteri Maman: Masalah UMKM Bukan Modal, Tetapi Barang Impor China
-
RI-India Mau Kembangkan Industri Logam