Suara.com - Samsung Electronics Co. saat ini masih menjadi brand ponsel pintar tertinggi di pasar global dengan total penjualan pangsa pasar 20 persen pada periode Juli-September.
Laporan dari ada peneliti pasar Counterpoint Research juga menjelaskan pada posisi kedua diduduki Apple jadi brand dengan penjualan pasar sebesar 14 persen dan Xiaomi dengan 13 persen.
Sementara, dilansir dari media Yonhap, dalam tiga bulan terakhir, raksasa teknologi Korea Selatan itu mengirimkan 69,3 juta ponsel pintar ke seluruh dunia, naik 20 persen dari kuartal sebelumnya dan turun 14 persen dari tahun lalu.
Namun demikian, jumlah negara dengan Samsung sebagai juara di posisi teratas, menurun menjadi 43 dari 46 pada dua tahun lalu.
Samsung jadi perusahaan ponsel pintar yang berkuasa di Eropa, Amerika Latin dan Timur Tengah-Afrika, sementara pembuat ponsel China Vivo memimpin pasar Asia dan Apple memimpin pasar Amerika Utara.
Sumber yang sama menyebut, Apple memiliki pangsa besar berkat pengikut setia di Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa, sementara Xiaomi telah memperluas basis pelanggannya secara agresif di India.
Sementara Motorola telah mengambil tempat kosong yang ditinggalkan oleh LG Electronics, yang telah menarik diri dari pasar ponsel pintar awal tahun ini.
Secara akumulatif, pasar smartphone global tumbuh enam persen dari kuartal sebelumnya menjadi total 342 juta unit.
Pakar analisis perkembangan teknologi dari Counterpoint, Lee Yoon-jung mengatakan Samsung perlu terus mendorong kemajuan teknologi di pasar ponsel lipat dan meningkatkan jajaran smartphone 5G di pasar negara berkembang.
Baca Juga: Terjun ke Industri Otomotif, Samsung Produksi Chip Khusus Mobil Listrik dan Swakemudi
Berita Terkait
-
Usung Layar 2K, Ini Bocoran Fitur pada Xiaomi 12 Ultra
-
Krisis Chip, Xiaomi Tak Lagi Rajai Pasar Ponsel Indonesia
-
Xiaomi Targetkan Buka 800 Toko Offline di Indonesia Tahun Depan
-
Bocoran Apple iPhone 14, Model Pro Punya Kamera 48 MP dan RAM 8 GB
-
Terjun ke Industri Otomotif, Samsung Produksi Chip Khusus Mobil Listrik dan Swakemudi
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
-
Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
-
Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru