Dirinya berharap agar program Makmur terus dikembangkan sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat secara optimal dan mampu memberikan ruang lebih luas bagi petani untuk meningkatkan kesejahteraan dengan hasil maksimal.
Seiring meningkatnya hasil pertanian masyarakat, dirinya menilai PKT sebagai salah satu produsen pupuk anak usaha BUMN telah membuktikan kualitas produk melalui program ini, sehingga petani diharap tidak memiliki keraguan untuk penggunaan pupuk non subsidi, melihat hasil yang didapatkan pun jauh lebih maksimal.
“Melihat hasil yang didapatkan dari program ini, kami imbau para petani dapat turut mengambil bagian untuk menyampaikan kepada khalayak terkait keunggulan produk PKT maupun program yang dilaksanakan. Pemkab Malang siap mendukung agar lebih banyak petani yang teredukasi terkait pemupukan menggunakan produk dari PKT,” papar Didik.
Dirinya juga menyambut positif langkah PKT mengajak generasi muda untuk kembali bertani, yang dinilai sejalan dengan langkah Pemkab Malang untuk optimalisasi sektor pertanian secara berkesinambungan, sehingga pertanian ke depan tak hanya berbicara kualitas dan kuantitas hasil, tapi turut dibarengi masyarakat yang lebih kreatif dan produktif dalam mencapai kemandirian.
“Ke depan petani milenial harus ikut turun ke lapangan dan tidak sekadar berfokus untuk mengolah hasil pertanian semata. Generasi muda harus berperan, agar optimalisasi sektor pertanian mampu mencapai hasil seperti yang diharapkan,” pungkas Didik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?
-
Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng
-
Wamentan Klaim Indonesia Surplus 800.000 Hewan Kurban
-
Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai
-
Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia
-
Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?
-
Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah
-
Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank
-
Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak