- Yudha WK Putra resmi diangkat sebagai Komisaris JMTO lewat RUPST 2025.
- Yudha dikenal sebagai Ketua Umum Bocahe Gibran Nusantara.
- Proses usulan dan seleksi Yudha belum dijelaskan secara terbuka.
Suara.com - Nama Yudha Wasita Kartika Putra atau Yudha WK Putra mendadak viral setelah resmi diangkat sebagai Komisaris PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO), anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Keputusan tersebut ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada akhir Juni 2026.
Pengangkatan Yudha sebagai komisaris langsung menyedot perhatian lantaran dirinya dikenal sebagai pengusaha muda sekaligus aktivis relawan politik. Ia menjabat sebagai Ketua Umum Bocahe Gibran Nusantara, organisasi relawan yang mendukung Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Sebelum memimpin Bocahe Gibran Nusantara, Yudha juga pernah mengemban tugas sebagai Sekretaris Jenderal atau Sekretaris Nasional organisasi relawan tersebut. Selain itu, ia tercatat pernah menjadi Ketua Dewan Presidium Merah Putih, sebuah aliansi relawan yang aktif dalam berbagai agenda politik nasional.
Di media sosial, Yudha dikenal terbuka menunjukkan dukungannya kepada Gibran. Melalui akun Instagram pribadinya, @yudhawk157, ia kerap menampilkan identitasnya sebagai pendukung tokoh yang kini berada di pemerintahan.
Pengangkatan Yudha sebagai Komisaris JMTO dilakukan melalui mekanisme RUPST Tahun Buku 2025. Dalam rapat tersebut, para pemegang saham menyetujui susunan terbaru Dewan Komisaris perusahaan yang kemudian diumumkan secara resmi setelah pelaksanaan RUPST.
Pada lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun anak usahanya, penunjukan komisaris umumnya dilakukan melalui mekanisme internal. Proses tersebut dapat melibatkan usulan dari direksi, dewan komisaris perusahaan induk, maupun Kementerian BUMN sebelum akhirnya memperoleh persetujuan dalam RUPS atau RUPST.
PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jalan tol di Indonesia. Sebagai anak perusahaan PT Jasa Marga (Persero), JMTO bertanggung jawab atas pengelolaan dan pengoperasian jalan tol yang merupakan bagian dari jaringan jalan tol di Indonesia.
Saat ini JMTO mengoperasikan 36 ruas tol, 316 gerbang tol, 1.839 gardu tol, dan 2.234 KM jalan tol. JMTO termasuk dalam BUMN yang bergerak di bidang jalan tol. Kegiatan usaha JMTO meliputi jasa pengoperasian, sistem pembayaran tol elektronik otomatis, dan jasa IT.
Baca Juga: Kapan WIKA, WSKT, dan INAF Delisting? Ini Penjelasan BEI
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
Terkini
-
BRI Dukung UMKM Brownies Ketan Naik Kelas, Lewat Pembiayaan dan Pendampingan Tembus Pasar Ekspor
-
BRI Hadirkan ORI030, Pilihan Investasi Aman untuk Bangun Portofolio
-
BNI Kuatkan Tata Kelola Penyaluran KUR
-
Purbaya Akui Penerimaan Bea Cukai 2026 Bisa Meleset dari Target
-
Shortfall Pajak 2026 Bisa Tembus Rp 46,9 Triliun, Purbaya Ancam Rumahkan Pegawai DJP
-
Bisnis Kopi UMKM Moncer 60% Berkat Jualan Online
-
Riset: 66,8% Anak Indonesia Sarapan dengan Kualitas Gizi Rendah
-
Kapan WIKA, WSKT, dan INAF Delisting? Ini Penjelasan BEI
-
Impor Garam Naik 13,1%, Target Swasembada 2027 Terancam
-
Emiten TUGU Andalkan GCG untuk Dongkrak Daya Saing Bisnis