Suara.com - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyerukan kepada rakyatnya untuk mengibarkan bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan mulai Rabu (15/2/2022) menghadapi ancaman invasi Rusia.
Sejarah konflik Ukraina Rusia memang telah berlangsung panjang. Konflik ini bahkan menarik dukungan negara-negara Barat seperti Prancis, Amerika Serikat, dan Turkiye yang membela Ukraina.
Seperti dikutip dari berbagai sumber, konflik ini berakar dari perebutan semenanjung Crimea antara Ukraina dan Rusia. Posisi Crimea yang sangat strategis membuat daerah ini menjadi wilayah konflik yang diperebutkan kedua negara.
Kondisi Ukraina memburuk ketika pada 2013 negara ini dilanda krisis politik. Di tahun itu, Ukraina dipimpin Presiden Viktor Yanukovych yang pro terhadap Rusia untuk meredakan konflik yang selama ini sudah terjadi di kedua negara termasuk di wilayah Crimea. Yanukovych membuat kebijakan kontroversial dengan menolak perjanjian asosiasi antara Ukraina dan Uni Eropa. Tujuannya, untuk merekatkan hubungan antara Kyiv dan Moskow.
Keputusan ini mendapat kecaman keras dari rakyat Ukraina. Februari 2014, Parlemen Ukraina melengserkan Yanukovych. Mantan presiden pergi dari negara itu di tahun yang sama. Pelengseran ini mendatangkan konflik baru di kalangan masyarakat sipil, yakni terbelahnya menjadi dua kubu, pro-Rusia atau pro-Uni Eropa.
Dukungan terhadap Rusia kebanyakan datang dari politikus dan masyarakat Crimea. Sementara pihak yang bertentangan adalah mereka yang mendukung pelengseran Yanukovych di Ukraina daratan.
Selanjutnya masyarakat Crimea pernah meminta bantuan Rusia untuk menyelesaikan konflik dalam negeri yang melanda negara itu.
Rusia menempatkan pasukannya sebagai langkah penyelesaian masalah yang justru dituduh sebagai pencaplokan Crimea. Penempatan pasukan ini juga mendorong pemberontakan separatis yang terjadi di Ukraina bagian timur.
Saat ini konflik antara Ukraina dan Rusia semakin memanas. Rusia diketahui telah menempatkan lebih dari 100.000 pasukan di dekat perbatasan Rusia-Ukraina. Penempatan pasukan ini diimbangi dengan pengiriman bank darah yang diduga sebagai langkah persiapan perang.
Baca Juga: Ketegangan Meningkat, Sekjen PBB Antonio Guterres Khawatir Perang Rusia-Ukraina Meletus
Konflik dua negara ini sangat disayangkan dunia internasional. Pasalnya sebelum Revolusi Bolshevik pecah pada 1917, Ukraina adalah bagian dari kekaisaran Rusia. Ukraina juga termasuk dalam negara penghasil gandum terbesar di Eropa serta kaya akan sumber daya mineral.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Menteri Luar Negeri Inggris Khawatir Bila Perang Meletus antara Rusia dan Ukraina Bakal Ancam Stabilitas Eropa
-
Menilik Sejarah Konflik Rusia-Ukraina yang Berlangsung Hingga Sekarang
-
Kekhawatiran Sekjen PBB Soal Perang Bakal Terjadi Di Ukraina, Desak Pemimpin Dunia Tenangkan Keadaan
-
Konflik Memanas, Singapura Imbau Warganya untuk keluar dari Ukraina
-
Ketegangan Meningkat, Sekjen PBB Antonio Guterres Khawatir Perang Rusia-Ukraina Meletus
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Target Harga CBDK saat Saham Kuatkan Basis Recurring Income
-
Hutama Karya Mempercepat Proyek Sekolah Rakyat di 4 Provinsi, Mana Saja?
-
Kisah Potorono Bantul Jadi Desa BRILian, UMKM Tumbuh dan Ekonomi Warga Kian Menggeliat
-
BRI Hadir di Jogja 10K 2026, Perkuat Sport Tourism dan Digitalisasi UMKM
-
Mengetuk Pintu Langit, Pegadaian Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Medan
-
Rupiah Anjlok ke Level Terburuk Sepanjang Masa, 'Kalah' dari Mata Uang Zimbabwe
-
5 Investasi yang Aman untuk Anak Muda dan Pemula, Minim Risiko
-
Trump Terima Usulan Damai Perang Iran, Selat Hormuz Mulai Kondusif?
-
Pergerakan Harga Emas Hari Ini, Minggu 3 Mei 2026
-
Kisah Shiroshima, UMKM Batik Asal Yogyakarta yang Go Internasional dan Tembus Paris Fashion Week