Bisnis / Makro
Kamis, 03 Maret 2022 | 15:08 WIB
Seorang warga sipil berlatih melempar bom molotov untuk mempertahankan kota ketika invasi Rusia ke Ukraina terus berlanjut, di Zhytomyr, Ukraina, 1 Maret 2022. (ANTARA/Reuters/Viacheslav Ratynskyi/as)

Suara.com - Konflik Rusia dan Ukraina yang semakin panjang, menurut Institute for Development of Economics and Finance (Indef) akan memperburuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Dalam diskusi Publik secara daring di Jakarta, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef Rizal Taufikurahman menyebut, perhitungan equivalen variation yang menunjukkan kesejahteraan rumah tangga, yang salah satunya dilihat dari sisi konsumsi.

"Ternyata Indonesia akan kehilangan angka kesejahteraan masyarakat sebesar 72 juta dolar AS karena konflik ini, berdasarkan hitungan kami menggunakan Global Trade Analysis Project (GTAP)," ucap Rizal.

Namun demikian, dampak itu tak cukup besar dibandingkan dengan perkiraan penurunan kesejahteraan masyarakat negara lain seperti negara-negara di Oseania yang akan kehilangan 82 juta dolar AS, Amerika Serikat 7,69 miliar dolar AS, dan Tiongkok 3,02 miliar dolar AS.

Sedangkan Rusia dan Ukraina diperkirakan kesejahteraan masyarakatnya akan menurun lebih dalam lagi, seperti untuk Rusia sebesar 3,01 miliar dolar AS dan Ukraina 6,06 miliar dolar AS.

"Secara agregat kue ekonomi Indonesia juga akan terganggu melalui turunnya konsumsi rumah tangga akibat dari kenaikan berbagai harga dari komoditas strategis," tegasnya.

Rizal menyebutkan, konsumsi rumah tangga Indonesia akan sedikit terganggu dengan adanya konflik Rusia dan Ukraina, meski sangat kecil.

Di sisi lain, konsumsi pemerintah diperkirakan naik 0,1 persen untuk mengatasi dampak konflik kedua negara melalui berbagai kebijakan yang berpengaruh terhadap ekonomi, misalnya intervensi kenaikan harga minyak goreng karena kenaikan harga minyak dunia.

Selain itu, pengeluaran pemerintah juga akan meningkat untuk mengeluarkan kebijakan dalam mengatasi peningkatan harga komoditas lainnya yang dipengaruhi aktivitas ekspor dan impor dengan kedua negara tersebut.

Baca Juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ini Kamis 3 Maret 2022: 227 Warga Sipil Tewas, 525 Orang Terluka

"Meski dampaknya memang tidak relatif besar, tapi tetap berpengaruh kepada Indonesia," jelas Rizal.

Load More