Suara.com - Seiring berkembangnya industri kripto yang semakin populer di Indonesia, kini banyak perusahaan mencari peluang dengan membuat dan menerbitkan token kripto. Saat ini di Indonesia sendiri sudah ada beberapa token dari dalam negeri.
Salah satunya Token Nanobyte (NBT), token kripto dari exchange Nanovest yang didukung oleh Sinarmas Financial Group. NBT merupakan token investasi aset kripto yang dibangun di atas ekosistem Binance Smart Chain dan menggunakan standar BEP-20 dengan total suplai maksimal token yang beredar sebanyak 10.000.000.000.
NBT telah melakukan public sale atau listing di platform Decentralized Exchange (DEX) PancakeSwap pada hari Jumat, 25 Februari 2022 lalu. Listing tersebut berlangsung sukses dengan antusias investor yang sangat tinggi, ditandai dengan jumlah perdagangan (trading volume) sebesar lebih dari 7 juta dollar AS.
Berdasarkan laman CoinMarketCap, saat ini NBT berhasil menempati peringkat 3321 dari semua aset kripto di seluruh dunia. Jumlah fully diluted market cap sekitar US$ 269 juta. Sampai waktu artikel ini dibuat, dari sisi harga pada saat public sale di PancakeSwap, token NBT mengalami kenaikan yang sangat signifikan hingga 13 kali lipat dari harga Initial DEX Offering (IDO) di KrystalGo—dari harga US$0.003 ke US$0.043 per NBT.
“Tidak hanya itu, NBT juga sukses IDO di KrystalGo pada 23 Februari 2022, dengan 100% NBT berhasil terjual ke seluruh partisipan yang mengikuti IDO.” Ungkap Hutama Pastika, selaku CEO Proyek Token NanoByte (NBT) ditulis Minggu (6/3/2022).
Selain melakukan public sale, NBT juga melakukan pencairan airdrop dengan membagikan token gratis ke lebih dari 20.000 orang yang berpartisipasi pada program airdrop yang diselenggarakan sejak bulan Oktober 2021 pada platform Telegram—dengan jumlah terbesar sebanyak 100.000 NBT yang diterima oleh 10 orang terpilih.
Setelah melakukan public sale dan IDO, token NBT akan kembali melakukan listing di beberapa platform Centralized Exchange (CEX) di Indonesia, sebuah wadah yang memfasilitasi pembelian dan penjualan cryptocurrency. CEX sebagai perantara dalam perdagangan (trade) terpercaya yang bertugas untuk menyimpan dan melindungi dana atau token tersebut.
NBT akan terus dikembangkan agar bisa menjadi solusi untuk berbagai bidang tidak terbatas hanya layanan keuangan. Dalam jangka panjang seiring meningkatnya permintaan token NanoByte, kedepannya NBT bisa menjadi platform pertukaran token dalam trading, airdrop entitlement dan lainnya.
Baca Juga: Lesti Kejora dan Rizky Billar Lirik Dunia Metaverse, Koin $Leslar Ludes dalam 30 Detik
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terkini
-
Dapat Restu ESDM, Vale Gaspol Lakukan Operasional
-
Selain BBM, SPBU Kini Gali Cuan dari Air Minum Isi Ulang
-
IHSG Bidik Level 10.500: Mirae Asset Tetap Bullish di Tengah Tantangan Rupiah
-
Danantara Pastikan PT Timah Bukan Masuk Radar Penyuntikan Dana
-
Apa Itu Rekening Koran dan Apa Fungsinya? Ini yang Perlu Dipahami
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Harga Beras hingga Jagung Kompak Turun, Tekanan Pangan Nasional Kian Melandai
-
ANTAM Bantah Kabar Ledakan Tambang: Hoaks!
-
Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
-
Tensi Iran Mereda, Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 2 Persen di Pasar Asia