- Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp17.006 per dolar AS pada perdagangan Senin, 6 April 2026 pagi.
- Pelemahan rupiah dipicu oleh kenaikan harga minyak dunia serta data pekerjaan Amerika Serikat yang lebih kuat.
- Sentimen negatif akibat eskalasi konflik di Timur Tengah turut menekan mata uang rupiah dan berbagai mata uang Asia.
Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah terus melemah pada pembukaan hari ini. Hal ini menjadi kondisi mata uang garuda masuk zona merah.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Senin (6/4/2026) dibuka ke level Rp17.006 AS per dolar Amerika Serikat (AS).
Mata uang Indonesia pun melemah 0,15 persen dibanding penutupan pada Kamis (2/4/2026) yang berada di level Rp 17.002 per dolar AS.
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp17.015 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 99,82, turun dari sehari sebelumnya yang ada di 99,96.
Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah masih dipengaruhi harga minyak dunia.
"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah kekuatiran eskalasi perang di Timur Tengah dan harga minyak mentah yang masih terus naik oleh ancaman baru Trump terhadap Iran.," katanya saat dihubungi Suara.com.
Selain itu, data pekerjaan yang dirilis Amerika Serikat membuat gerakan dolar AS terus naik. Hal ini membuat rupiah terus melemah.
"Indeks dolar AS sendiri naik didukung oleh data pekerjaan AS NFP yg lebih kuat dari perkiraan. Range 16.950-17.050," jelasnya.
Sementara itu, pergerakan mata uang Asia cenderung melemah. Di mana, peso Filipina menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,52 persen.
Baca Juga: Rupiah Anjlok, Emas Logam Mulia Diramal Bisa Tembus Rp3 Juta per Gram
Selanjutnya, ada dolar Taiwan yang terkoreksi 0,19 persen dan ringgit Malaysia tertekan 0,05 persen. Disusul, dolar Singapura yang tergelincir 0,04 persen.
Berikutnya, yen Jepang yang menguat tipis 0,006 persen terhadap the greenback. Lalu, Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,15 persen.
Sedangkan, baht Thailand yang naik 0,05 persen dan dolar Hong Kong yang menguat tipis 0,01 persen.
Berita Terkait
-
Rupiah Akhirnya Bernapas Lega, Hari Ini Menguat ke Level Rp 16.911
-
IHSG Babak Belur di Sesi I: Merosot 1,21Persen, Tertekan Pelemahan Rupiah
-
Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.896
-
Rupiah Belum Bangkit Hari Ini, Nyaris Rp 17.000/USD
-
Rupiah Konsisten Melemah usai Liburan Panjang ke Level Rp16.919 per Dolar AS
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Gempur Judi Online, OJK Blokir 33.252 Rekening Bank
-
Emas Antam Lagi Murah Dibanderol Rp2,83 Juta/Gram
-
2 BUMN Ini Kolaborasi Tingkatkan Kualitas Hunian Masyarakat
-
Harga Minyak Mendidih! Tembus 110 Dolar AS per Barel saat Perang Memanas
-
IHSG Ambruk di Senin Pagi, Bergerak ke Level 6.900
-
Harga Emas Bergejolak, Bank Mega Syariah Siapkan Strategi Ini
-
Pertamina Kerahkan 148 Kapal Distribusi BBM ke Daerah Pelosok
-
Wall Street Turun Tipis, Setelah Trump Kobarkan Genderang Perang Lagi
-
Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 di Pegadaian Kisaran di Bawah 3 Jutaan
-
Rupiah Anjlok, Emas Logam Mulia Diramal Bisa Tembus Rp3 Juta per Gram