- Harga minyak mentah Brent dan WTI melonjak pada 6 April 2026 akibat gangguan pengiriman di Selat Hormuz.
- Konflik antara Amerika Serikat dan Iran memicu kekhawatiran global terhadap pasokan minyak mentah di Timur Tengah.
- Keputusan OPEC+ meningkatkan produksi dianggap tidak efektif karena adanya gangguan pasokan minyak dari wilayah Rusia.
Suara.com - Harga minyak mentah dunia kembali mencatatkan kenaikan pada perdagangan Senin (6/4/2026). Lonjakan ini dipicu oleh kekhawatiran pasar yang terus berlanjut mengenai potensi hilangnya pasokan global akibat gangguan jalur pengiriman di kawasan produsen utama Timur Tengah, menyusul pecahnya perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.
Pantauan Redaksi Suara.com pada pukul 09.00 WIB, kontrak berjangka minyak mentah jenis Brent USD 109 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik jadi kisaran USD 110 per barel.
Tren kenaikan ini menyambung performa volatil pada Kamis lalu, sebelum libur Jumat Agung, di mana WTI ditutup melonjak lebih dari 11 persen dan Brent melesat hampir 8 persen.
Angka tersebut tercatat sebagai kenaikan harga absolut terbesar sejak tahun 2020, dipicu oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang berjanji akan terus meningkatkan intensitas serangan terhadap Iran.
Krisis Selat Hormuz dan Perburuan Pasokan Alternatif
Titik krusial krisis ini berada di Selat Hormuz, jalur arteri yang menyalurkan minyak dan produk gas dari Irak, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, hingga Uni Emirat Arab.
Jalur ini sebagian besar masih tertutup akibat serangan Iran terhadap kapal-kapal tanker sejak perang meletus pada 28 Februari lalu.
Kondisi ini memaksa para pengusaha kilang minyak untuk memburu sumber minyak mentah alternatif. Fokus perburuan kini beralih pada kargo fisik di wilayah Pantai Teluk AS (U.S. Gulf Coast) serta Laut Utara Inggris.
"Pembeli global menawar dengan sangat agresif untuk barel-barel dari Pantai Teluk AS, sementara harga Brent reli bahkan lebih cepat," tulis Schork Group dalam catatan resminya kepada klien pada hari Senin.
Baca Juga: Bak Adegan Film Hollywood, Washington Klaim Sukses Selamatkan Pilot AS di Iran
Presiden AS, Donald Trump semakin meningkatkan tekanan terhadap Teheran. Dalam unggahan di media sosial pada Minggu Paskah, Trump mengancam akan menargetkan pembangkit listrik dan jembatan di wilayah Iran mulai hari Selasa, jika Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali.
Meski demikian, data pengiriman menunjukkan beberapa kapal masih diizinkan melintas sejak Kamis lalu, termasuk kapal tanker yang dioperasikan Oman, kapal kontainer milik Prancis, dan kapal pengangkut gas milik Jepang.
Hal ini mencerminkan kebijakan selektif Iran yang hanya mengizinkan kapal dari negara-negara yang dianggap "bersahabat" untuk melewati selat tersebut.
Di sisi lain, harapan akan perdamaian tampak semakin menjauh. Laporan Wall Street Journal menyebutkan bahwa upaya gencatan senjata menemui jalan buntu.
Iran secara resmi menyatakan kepada mediator bahwa mereka tidak bersedia menemui pejabat AS di Islamabad, Pakistan, dalam waktu dekat.
Keputusan OPEC+ dan Gangguan Pasokan Rusia
Berita Terkait
-
Sirene Tak Henti! Israel Diguncang Serangan Rudal Iran, 4 Orang Hilang di Haifa
-
Trump Ancam Iran Hidup Menderita Jika Selat Hormuz Ditutup, Siapkan Serangan Besar
-
Serangan Israel di Jnah Beirut Tewaskan Warga hingga Iran Berhasil Tembak Jatuh Pesawat Militer AS
-
Misi Penyelamatan Pilot Gagal Total! AS Panik Ledakan Pesawat Sendiri, Rugi Rp3,2 Triliun!
-
Puing Helikopter Black Hawk dan C-130 AS Berserakan di Gurun Iran
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
IHSG Ambruk di Senin Pagi, Bergerak ke Level 6.900
-
Harga Emas Bergejolak, Bank Mega Syariah Siapkan Strategi Ini
-
Pertamina Kerahkan 148 Kapal Distribusi BBM ke Daerah Pelosok
-
Wall Street Turun Tipis, Setelah Trump Kobarkan Genderang Perang Lagi
-
Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 di Pegadaian Kisaran di Bawah 3 Jutaan
-
Rupiah Anjlok, Emas Logam Mulia Diramal Bisa Tembus Rp3 Juta per Gram
-
IHSG Diprediksi Berkutat di Level 7000 di Tengah Sinyal Damai Perang Iran
-
Pemerintah Bakal Tiru Rusun di Jakbar untuk Program 3 Juta Rumah
-
IHSG Berpotensi Melemah Awal Pekan, Saham-Saham Ini Bisa Untung
-
Fakta-fakta Harga Plastik Melonjak Drastis, Ini Penyebabnya