- Harga emas global fluktuatif akibat faktor ekonomi dan geopolitik, namun tetap dianggap instrumen investasi jangka panjang yang stabil.
- Benadicto Alvonzo Ferary dari Bank Mega Syariah menyarankan strategi beli saat harga turun untuk optimasi portofolio investasi masyarakat.
- Bank Mega Syariah meluncurkan produk Flexi Gold yang mencatat pertumbuhan penyaluran pembiayaan signifikan hingga Maret 2026 di Jakarta.
Suara.com - Pergerakan harga emas global dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan tren fluktuatif. Kondisi ini menjadi perhatian investor, terutama masyarakat yang menjadikan emas sebagai instrumen lindung nilai (safe haven) sekaligus investasi jangka panjang.
Fluktuasi harga emas dinilai sebagai fenomena yang wajar, dipengaruhi berbagai faktor global mulai dari kondisi ekonomi, inflasi, kebijakan suku bunga, hingga ketidakpastian geopolitik.
Meski demikian, secara historis emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang relatif stabil dalam jangka panjang dan kerap dipilih untuk menjaga nilai aset.
Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah, Benadicto Alvonzo Ferary, menilai kondisi ini justru membuka peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan momentum koreksi harga melalui strategi buy the dip, yakni membeli aset saat harga mengalami penurunan sementara.
“Masyarakat perlu memahami bahwa investasi emas tidak hanya berfokus pada momentum jangka pendek, tetapi juga pada potensi pertumbuhan nilai dalam jangka Panjang," ujar Benadicto dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Menurutnya, strategi buy the dip dapat menjadi cara untuk mengoptimalkan peluang di tengah volatilitas harga, khususnya bagi nasabah dengan tujuan keuangan jangka panjang seperti perencanaan ibadah haji, pendidikan, maupun penguatan portofolio investasi.
Ia menambahkan, kondisi harga emas yang relatif lebih terjangkau saat ini menjadi momentum tepat bagi masyarakat untuk mulai atau menambah kepemilikan emas.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Bank Mega Syariah menghadirkan produk pembiayaan emas Flexi Gold. Produk ini menawarkan kemudahan bagi nasabah untuk memiliki emas secara lebih terencana dan bertahap.
“Flexi Gold merupakan solusi pembiayaan berbasis prinsip syariah yang transparan, sehingga diharapkan dapat membantu masyarakat mengakses instrumen investasi yang aman dan bernilai jangka panjang,” jelasnya.
Baca Juga: Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 di Pegadaian Kisaran di Bawah 3 Jutaan
Flexi Gold menggunakan akad Murabahah dan Rahn sesuai prinsip syariah, dengan pilihan agunan emas logam mulia mulai dari 5 gram, 10 gram, 25 gram, 50 gram, hingga 100 gram.
Nasabah juga mendapatkan sejumlah keuntungan tambahan, seperti gratis biaya cetak fisik, pengiriman, serta asuransi pengiriman.
Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi emas, kinerja produk ini pun menunjukkan pertumbuhan signifikan.
Hingga Maret 2026, penyaluran Flexi Gold tumbuh lebih dari 85 persen dibandingkan posisi Desember 2025. Dari sisi volume, jumlah emas yang dibiayai mencapai lebih dari 1.400 gram atau meningkat lebih dari 35 persen dibandingkan akhir tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, kinerja positif Flexi Gold sejalan dengan pertumbuhan pembiayaan konsumer Bank Mega Syariah. Hingga Maret 2026, pembiayaan konsumer tercatat tumbuh lebih dari 20 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Peluncuran Flexi Gold menjadi bagian dari strategi Bank Mega Syariah dalam mendiversifikasi produk konsumer, sekaligus memanfaatkan keunggulan emas sebagai instrumen investasi dengan likuiditas tinggi. Produk ini juga dirancang agar dapat menjangkau berbagai segmen pasar secara luas.
Berita Terkait
-
Harga Emas di Pegadaian Naik Hari Ini, Galeri 24 dan UBS Kompak Menguat!
-
Emas Dunia Berpotensi Tertekan, Pengamat: Penurunan Harga Hanya Sementara
-
Antam Tersedia di Pegadaian, Cek Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 Hari Ini
-
Maksimalkan Sisa THR, Investasikan Jadi Emas Lewat BRImo Lebih Menguntungkan
-
Bank Mega Syariah Catat Penyaluran Kredit Koperasi Rp 5,9 Triliun Sepanjang 2025
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Pertamina Kerahkan 148 Kapal Distribusi BBM ke Daerah Pelosok
-
Wall Street Turun Tipis, Setelah Trump Kobarkan Genderang Perang Lagi
-
Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 di Pegadaian Kisaran di Bawah 3 Jutaan
-
Rupiah Anjlok, Emas Logam Mulia Diramal Bisa Tembus Rp3 Juta per Gram
-
IHSG Diprediksi Berkutat di Level 7000 di Tengah Sinyal Damai Perang Iran
-
Pemerintah Bakal Tiru Rusun di Jakbar untuk Program 3 Juta Rumah
-
IHSG Berpotensi Melemah Awal Pekan, Saham-Saham Ini Bisa Untung
-
Fakta-fakta Harga Plastik Melonjak Drastis, Ini Penyebabnya
-
1.000 Unit Rusun Bakal Dibangun di Lahan Kampung Bandan Milik KAI Pakai Skema CSR
-
Aset IRRA Tembus Rp2,43 Triliun, Laba Bersih Naik 23,03 Persen pada 2025