Bisnis / Keuangan
Senin, 06 April 2026 | 09:01 WIB
Ilustrasi Bank Mega Syariah. [Ist]
Baca 10 detik
  • Harga emas global fluktuatif akibat faktor ekonomi dan geopolitik, namun tetap dianggap instrumen investasi jangka panjang yang stabil.
  • Benadicto Alvonzo Ferary dari Bank Mega Syariah menyarankan strategi beli saat harga turun untuk optimasi portofolio investasi masyarakat.
  • Bank Mega Syariah meluncurkan produk Flexi Gold yang mencatat pertumbuhan penyaluran pembiayaan signifikan hingga Maret 2026 di Jakarta.

Suara.com - Pergerakan harga emas global dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan tren fluktuatif. Kondisi ini menjadi perhatian investor, terutama masyarakat yang menjadikan emas sebagai instrumen lindung nilai (safe haven) sekaligus investasi jangka panjang.

Fluktuasi harga emas dinilai sebagai fenomena yang wajar, dipengaruhi berbagai faktor global mulai dari kondisi ekonomi, inflasi, kebijakan suku bunga, hingga ketidakpastian geopolitik.

Meski demikian, secara historis emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang relatif stabil dalam jangka panjang dan kerap dipilih untuk menjaga nilai aset.

Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah, Benadicto Alvonzo Ferary, menilai kondisi ini justru membuka peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan momentum koreksi harga melalui strategi buy the dip, yakni membeli aset saat harga mengalami penurunan sementara.

“Masyarakat perlu memahami bahwa investasi emas tidak hanya berfokus pada momentum jangka pendek, tetapi juga pada potensi pertumbuhan nilai dalam jangka Panjang," ujar Benadicto dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Menurutnya, strategi buy the dip dapat menjadi cara untuk mengoptimalkan peluang di tengah volatilitas harga, khususnya bagi nasabah dengan tujuan keuangan jangka panjang seperti perencanaan ibadah haji, pendidikan, maupun penguatan portofolio investasi.

ilustrasi emas (freepik/wirestock)

Ia menambahkan, kondisi harga emas yang relatif lebih terjangkau saat ini menjadi momentum tepat bagi masyarakat untuk mulai atau menambah kepemilikan emas.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Bank Mega Syariah menghadirkan produk pembiayaan emas Flexi Gold. Produk ini menawarkan kemudahan bagi nasabah untuk memiliki emas secara lebih terencana dan bertahap.

“Flexi Gold merupakan solusi pembiayaan berbasis prinsip syariah yang transparan, sehingga diharapkan dapat membantu masyarakat mengakses instrumen investasi yang aman dan bernilai jangka panjang,” jelasnya.

Baca Juga: Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 di Pegadaian Kisaran di Bawah 3 Jutaan

Flexi Gold menggunakan akad Murabahah dan Rahn sesuai prinsip syariah, dengan pilihan agunan emas logam mulia mulai dari 5 gram, 10 gram, 25 gram, 50 gram, hingga 100 gram.

Nasabah juga mendapatkan sejumlah keuntungan tambahan, seperti gratis biaya cetak fisik, pengiriman, serta asuransi pengiriman.

Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi emas, kinerja produk ini pun menunjukkan pertumbuhan signifikan.

Hingga Maret 2026, penyaluran Flexi Gold tumbuh lebih dari 85 persen dibandingkan posisi Desember 2025. Dari sisi volume, jumlah emas yang dibiayai mencapai lebih dari 1.400 gram atau meningkat lebih dari 35 persen dibandingkan akhir tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, kinerja positif Flexi Gold sejalan dengan pertumbuhan pembiayaan konsumer Bank Mega Syariah. Hingga Maret 2026, pembiayaan konsumer tercatat tumbuh lebih dari 20 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Peluncuran Flexi Gold menjadi bagian dari strategi Bank Mega Syariah dalam mendiversifikasi produk konsumer, sekaligus memanfaatkan keunggulan emas sebagai instrumen investasi dengan likuiditas tinggi. Produk ini juga dirancang agar dapat menjangkau berbagai segmen pasar secara luas.

Load More