Suara.com - Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam sepekan terakhir, mata uang garuda berhasil menguat 0,60 persen dan menjadikanya yang terbaik di Asia.
Mengutip Bloomberg, Minggu (13/3/2022) kurs rupiah di pasar spot melemah 0,17 persen pada akhir pekan kemarin ke Rp 14.301 per dolar AS. Namun jika diakumulasikan sepanjang pekan ini rupiah di pasar spot menguat 0,60 persen.
Sementara, kurs Jisdor Bank Indonesia (BI) melemah 0,06 persen ke Rp14.306 per dolar AS. Dalam sepekan, kurs rupiah Jisdor menguat 0,53 persen.
Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo memprediksi nilai tukar rupiah cenderung stabil untuk sepekan ke depan.
"BI melihat ekonomi nasional tumbuh antara 3,2 persen-4 persen pada tahun 2021 dan semakin meningkat menjadi 4,7 persen-5,5 persen pada tahun 2022," kata Sutopo dalam analisanya.
Selain itu faktor yang membuat ruliah menguat karena didukung oleh peningkatan mobilitas masyarakat yang meningkat.
"Mengingat imbas peluncuran program vaksinasi yang lebih cepat, pembukaan kembali sektor ekonomi yang lebih luas dan stimulus kebijakan yang berkelanjutan," katanya.
Berita Terkait
-
Didatangi Pria Mengaku Petugas Pemberi Bantuan, Uang Jutaan Rupiah Milik Nenek Bawuk Lenyap Dicuri
-
Gara-gara Perang Rusia-Ukraina, Nilai Tukar Rupiah Anjlok
-
Waduh! Pendakwah Ini Sebut Rupiah Kertas Bukan Uang: Kembali Kepada Dinar dan Dirham
-
Rusia Serang Ukraina, Rupiah Diprediksi Bisa Melorot Hingga Sentuh Rp 15.000
-
Rusia Serang Ukraina, Mata Uang Rupiah Ditutup Terkapar Ke Posisi Rp 14.337
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan
-
Pasar Modal Lebih Sehat dan Kredibel Berkat Reformasi OJK
-
Ketahanan Ekonomi Indonesia Raih Pengakuan Internasional di Tengah Ujian Geopolitik
-
IHSG Terus Menguat Bukti Reformasi Pasar Modal OJK Berbuah Manis
-
Reformasi OJK Sukses Tingkatkan Transparansi Pasar Modal Indonesia
-
Berlayar Sampai ke Pulau Sumbawa, Pertamina Pastikan Kompor Warga Tetap Menyala
-
Pertamina Sebaiknya Segera Naikkan Harga BBM Nonsubsidi, Awas Merugi
-
PT PGE dan PT PLN IP Sepakati Tarif Listrik, PLTP Lahendong Bottoming Unit Mulai Operasi 2028
-
Bukan KPR Biasa, Ini Rahasia Punya Properti dengan Biaya Terjangkau di BRI
-
Aturan Baru Purbaya, APBN Tanggung Cicilan Utang Kopdes Merah Putih