Norimasa Shimomura, Kepala Perwakilan UNDP Indonesia, mengungkapkan, ada investor di luar sana yang mencari peluang SDG, tetapi belum dapat membuat keputusan investasi mereka hanya karena terbatasnya informasi dan pengetahuan tentang pasar lokal.
"Memang, salah satu tantangan dalam memobilisasi pembiayaan sektor swasta untuk proyek SDG adalah terbatasnya ketersediaan data dan pengetahuan tentang kemungkinan investasi yang selaras dengan SDG. Dan di sinilah Peta Investor SDG Indonesia dapat membantu.” ucapnya.
Cheo Hock Kuan, CEO Temasek Trust mengatakan, “Saat Temasek Trust memulai perjalanan dalam impact investing, kami melihat kebutuhan untuk mendukung kemajuan SDGs melalui pendekatan yang menghasilkan hasil sosial dan lingkungan yang terukur. Kami bangga menjadi mitra utama SDG Impact di Asia, dan berkontribusi untuk mendorong kesadaran, pengadopsian, dan penerapan Standar Dampak SDG di kawasan ini dengan cara yang berguna dan relevan dengan konteks Asia. Peta Investor SDG Indonesia yang diluncurkan hari ini akan memberikan berbagai model bisnis dan peluang investasi yang akan membantu memobilisasi sumber daya sektor swasta dan mempercepat kemajuan menuju SDGs.”
Fabienne Michaux, Direktur SDG Impact UNDP menambahkan, “Merupakan suatu kehormatan untuk meluncurkan Peta Investor SDG Indonesia bersama dengan UNDP Indonesia, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kementerian Investasi dengan dukungan dari Temasek Trust. Premis dari Peta Investor SDG adalah untuk mengarahkan lebih banyak modal swasta ke pasar berkembang sambil secara bersamaan memajukan SDG menggunakan data yang mendalam dan menyelaraskan kebijakan pemerintah untuk mendukung investasi. Dengan intelijen pasar yang sekarang tersedia dan dengan Standar Dampak SDG, investor, bisnis, dan pemerintah akan mengembangkan masa depan yang lebih tangguh dan sejahtera bagi manusia dan planet ini.”
Sebagai tindak lanjut, UNDP, mitra pemerintah, dan Temasek Trust berencana menyelenggarakan acara kolaboratif dan kegiatan lain untuk melibatkan investor dengan Peta dan Standar tersebut. Tujuannya adalah menciptakan ruang bagi sektor swasta yang memungkinkan dialog kebijakan untuk membangun ekosistem investasi berdampak di mana semua investasi dan kegiatan bisnis memprioritaskan keberlanjutan dan mengutamakan manusia dan planet ini dalam pengambilan keputusan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- Bukan Sekadar Wacana, Bupati Bogor Siapkan Anggaran Pembebasan Jalur Khusus Tambang Tahun Ini
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
Bos Danantara Buka Suara Kapan BUMN Tekstil Dibentuk
-
Ponzi Berkedok Syariah, OJK dan PPATK Jelaskan Kasus Fraud Pinjol Dana Syariah Indonesia
-
Airlangga Yakin Lahan Papua Lebih Bagus untuk Food Estate Ketimbang Australia
-
Airlangga Klaim SPPG Model Bisnis Aman: Jaminannya APBN MBG Rp 335 Triliun
-
Perempuan Lentera Kehidupan Hadir dalam 12 Potret Terbaik dari Jurnalis Nasional di MRT Bundaran HI
-
Indonesia Siapkan Ekosistem Semikonduktor, Libatkan Inggris dengan Anggaran 125 Juta USD
-
Perluas Akses Air Bersih Pascabencana, Kementerian PU Bangun 57 Titik Sumur Bor di Aceh
-
Pelni Logistics Bidik Kinerja Bongkar Muat Peti Kemas Capai 56.482 TEUs di 2026
-
Total Investasi ke RI Melesat di 2025 Capai Rp 1.931,2 Triliun
-
Airlangga Ungkap Pemerintah Siapkan Dana 6 Miliar USD demi Bentuk BUMN Tekstil Baru