Suara.com - Saat ini, Indonesia telah berhasil mengembalikan kapasitas ekonomi ke level prapandemi. Optimisme ini berlanjut dengan APBN, sebagai instrumen fiskal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan pemerataan ekonomi, terus dapat diandalkan menjadi alat pertahanan negara atas berbagai tekanan dinamika kondisi dunia, baik dari sisi ekonomi maupun dampak rambatan konflik geopolitik yang sedang terjadi. Pemerintah, melalui APBN, terus memberi dukungan terhadap pemulihan ekonomi dan reformasi struktural. APBN akan tetap responsif, fleksibel, dan antisipatif dalam menghadapi ketidakpastian.
Setelah mencatatkan kinerja positif di tahun 2021, kinerja APBN 2022 pun menunjukkan tren penguatan seiring dengan peningkatan penerimaan negara dari perpajakan. Capaian realisasi penerimaan perpajakan tersebut, salah satunya bersumber dari penerimaan kepabeanan dan cukai, yang didukung oleh penerimaan bea masuk, bea keluar, dan cukai.
Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai, Nirwala Dwi Heryanto mengatakan, dari data yang dihimpun hingga 31 Januari 2022 menunjukkan adanya peningkatan kinerja ekspor dan impor dalam 21 bulan berturut-turut, sehingga memengaruhi realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai.
"Data per Januari 2022 menunjukkan adanya pertumbuhan penerimaan sebesar 99,41 persen (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah upaya pemulihan ekonomi dunia di masa pandemi," ujarnya pada Selasa,(29/3/2022).
Menurut Nirwala, capaian penerimaan kepabeanan dan cukai yang positif dan tumbuh signifikan di semua komponennya didorong utamanya oleh optimalisasi tugas dan fungsi Bea Cukai.
"Dalam mewujudkan realisasi APBN yang berdampak positif bagi masyarakat, Bea Cukai berupaya mengoptimalkan pelaksanaan empat tugas dan fungsinya, yaitu mengumpulkan penerimaan negara, melindungi masyarakat, memfasilitasi perdagangan, dan mengasistensi industri dalam negeri. Hal tersebut pula yang mendasari rencana kerja Bea Cukai tahun 2022 yang fokus pada tiga hal, yaitu pengelolaan fiskal yang sehat, perlindungan masyarakat, dan penerimaan negara yang optimal," katanya.
Nirwala pun menyatakan, dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya untuk mewujudkan realisasi positif APBN 2022, Bea Cukai tak dapat bekerja sendiri.
"Dalam pelaksanaan APBN, pemerintah membutuhkan dukungan dan kontribusi masyarakat dan stakeholders untuk kelancaran realisasinya. Salah satu upaya Bea Cukai dalam membangun gerakan sadar APBN di tengah masyarakat ialah melalui kegiatan APBN Week yang telah terselenggara pada tanggal 21-25 Februari 2022 lalu. Di ajang tersebut kami mengajak masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa untuk mengenal APBN dan berpartisipasi dalam mendukung dampak positif realisasi pelaksanaan APBN melalui pemanfaatan sosial media," lanjutnya.
Menurut Nirwala dengan mengenal lebih jauh APBN, masyarakat akan menyadari bahwa manfaat APBN begitu lekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti dalam pengendalian Covid-19 dan pelaksanaan vaksinasi, program perlindungan sosial untuk pemulihan ekonomi, antara lain program kartu sembako, kartu pra kerja, dan bantuan tunai untuk pedagang kaki lima, warung, dan nelayan, pembangunan infrastruktur prioritas yang terkait dengan pelayanan dasar yang mendukung produktivitas, dan bantuan untuk UMKM agar mampu bertahan, berkembang, dan bertumbuh di tengah tantangan pandemi.
Baca Juga: Jokowi Marah Indonesia Kebanjiran Barang Impor, PKS: 7 Tahun Berkuasa, Presiden Nggak Usah Gimmick!
"Selanjutnya, dengan pemahaman akan pengelolaan keuangan negara oleh masyarakat yang semakin baik, maka semakin banyak pula masyarakat yang tahu hak dan kewajibannya, serta nantinya dapat bersama-sama menjaga APBN kita," tutupnya.
Berita Terkait
-
Selamatkan Produk Dalam Negeri, Kejagung dan Bea Cukai Bersinergi Berantas Impor Ilegal
-
3 Kementerian Ternyata Impor 'Barang Remeh' Hingga Triliunan, Pantas Saja Jokowi Marah
-
6 Kompilasi Jokowi Marah-Marah Selama 7 Tahun Menjabat: soal BBM Papua Hingga Impor Barang
-
Buntut Marah-marah soal Impor, PKS Minta Jokowi Jangan NATO dan NAJO, No Action Jengkel Only
-
Bea Cukai Batam Amankan 191.792 Batang Rokok Ilegal, Bernilai Ratusan Juta
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta
-
Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang
-
Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi
-
Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste
-
Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu
-
Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite
-
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 9 Mei 2026: Antam Turun, UBS dan Galeri24 Stabil
-
Pertamina-Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi & Infrastruktur Strategis
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik