Suara.com - Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) mengaku bakal mengejar 229 obligor/debitur yang memiliki utang kepada negara karena menikmati dana talangan BLBI pada krisis moneter tahun 1998.
Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara DJKN Kementerian Keuangan, Purnama Sianturi mengungkapkan bahwa 229 obligor/debitur tersebut masuk golongan atas yang memiliki utang di atas Rp25 miliar.
"Jumlah yang diserahkan ke satgas dengan nilai (utang) Rp25 miliar ke atas. Jumlah yang ditangani oleh Satgas ini bertahap akan ada tahap satu, dua dan ketiga," katanya Purnam dalam Bincang DJKN secara virtual Jumat (22/4/2022).
Sebelumnya, Satgas BLBI mencatat hingga 31 Maret 2022 telah berhasil mengumpulkan sebanyak Rp19,16 triliun aset para obligor dan debitur penikmat dana BLBI.
Purnama mengatakan nilai itu berasal dari sebanyak 25 obligor/debitur dari total 46 obligor/debitur yang ditangani oleh Satgas BLBI pada tahap pertama.
"Kalau kita hitung hasil (penyitaan) Satgas (BLBI) sampai dengan 31 Maret adalah Rp19,16 triliun dengan luasan tanah 19,98 juta meter persegi," kata Purnama.
Purnama menuturkan, jenis aset yang disita oleh Satgas BLBI beragam, mulai dari uang tunai, barang jaminan, hingga properti. Uang tunai yang masuk ke dalam kas negara, totalnya mencapai Rp371,29 miliar.
Sementara dalam bentuk sita barang jaminan atau harta kekayaan lain Rp 12,25 triliun dengan luas mencapai 19,12 juta meter persegi, dalam bentuk properti Rp 5,38 triliun dengan luas 530.140 meter persegi, dan dalam bentuk PSP/hibah untuk K/L serta Pemda Rp 1,14 triliun dengan luas 328.970 meter persegi.
Purnama bilang total obligor/debitur yang ditagihkan ada 200 obligor/debitur. Nantinya, penanganannya akan bertahap untuk menyelesaikan hak tagih tersebut.
Baca Juga: Ratusan Triliun Rupiah Aset Penikmat Dana BLBI Disita Negara, Buat Apa?
Sayangnya, Purnama enggan memberikan data keseluruhan nama obligor/debitur yang menjadi target Satgas BLBI tersebut.
"46 obligor/debitur itu bertahap dari berapa jumlah yang ditangani oleh Satgas, nanti akan ada tahap pertama, kedua, ketiga. Yang ditangani oleh Satgas, ada 200 lebih obligor/debitur, untuk siapa siapa nama debiturnya belum bisa menjawab karena kewenangan informasi yang dikecualikan," katanya.
Sementara, pemerintah mencatat total hak tagih aset Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) sebesar Rp 110,45 triliun. Ini sesuai dengan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat tahun 2020.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
Terkini
-
Bedah Saham SIDO, Emiten Tanpa Hutang: Bakal Meroket atau Stagnan?
-
Cerita Purbaya Tolak Bantuan Utang IMF & World Bank 30 Miliar USD, Klaim APBN Kuat Berlapis-lapis
-
IHSG Masih Tengkurep di Level 7.544, Sentimen Global Jadi Beban
-
Purbaya Curhat Bobrok Birokrasi Kemenkeu: Tugas Tak Dikerjakan, Digeser Baru Nangis
-
Purbaya Ungkap Syarat Jika Mau Targetkan Indonesia Emas 2045
-
Transformasi Digital Hutama Karya: Command Center & Aplikasi Baru Percepat Penanganan Insiden Tol
-
Tiru Selat Hormuz, Purbaya Mau Kapal Lewat Selat Malaka Bayar ke RI
-
Tindakan Nyata di Hari Bumi, Pegadaian Luncurkan PURE Movement: Ajak Karyawan Daur Ulang Seragam
-
TelkomGroup Borong Tiga Penghargaan Apresiasi Konektivitas Digital 2026: Komitmen Akses Merata
-
Kokoh sebagai Mitra Strategis Pemerintah, Bank Mandiri Capai Laba Bersih Rp15,4 T di Kuartal I 2026