Suara.com - PT Hutama Karya (Persero) mencatat, lebih dari 16 ribu kendaraan yang sudah memadati Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) pada H-4 Lebaran tahun ini.
Executive Vice President Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol Hutama Karya Dwi Aryono Bayuaji mengatakan bahwa kepadatan lalu lintas tidak hanya terjadi pada arus mudik Tol Lampung - Palembang.
“Dari pantauan pada Kamis (28/4/2022) malam, selain kepadatan terjadi di GT Bakauheni Selatan, kendaraan juga memadati JTTS via GT Pekanbaru sebanyak 7.825, GT Helvetia sebanyak 10.125, GT Jantho sebanyak 443 kendaraan. Sedangkan pada ruas fungsional GT Bengkulu sebanyak 819 kendaraan dan GT Bangkinang sebanyak 2.265 kendaraan,” ujar Dwi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (29/4/2022).
Total lalin yang memasuki JTTS ini meningkat 182,3 persen atau hampir 2 kali lipat dibandingkan dengan angka lalin pada periode normal.
Ia memprediksi bahwa puncak arus mudik masih akan terjadi pada Jumat dikarenakan masyarakat telah mulai cuti bersama pada tanggal tersebut, serta menghimbau pemudik untuk selalu berhati-hati dalam mengemudi dan jika merasa lelah dapat beristirahat sejenak di rest area yang sudah disediakan.
“Hutama Karya menyediakan fasilitas 21 rest area dari Lampung hingga Kayu Agung dengan kapasitas parkir sebanyak 2.370 untuk kendaraan Golongan I dan 1.008 untuk kendaraan Non Golongan I," kata Bayuaji, EVP Divisi OPT Hutama Karya Dwi Aryono.
Hutama karya menghimbau kepada seluruh pengguna jalan agar mematuhi ketentuan dan tata tertib yang berlaku di jalan tol, serta mengantisipasi perjalanan sebelum memasuki jalan tol.
Patuhi kecepatan minimum dan maksimum yang dipersyaratkan, tidak menggunakan bahu jalan kecuali dalam keadaan darurat.
Pastikan kendaraan maupun pengendara dalam keadaan prima dan segera beristirahat apabila merasa mengantuk di rest area terdekat, serta selalu mematuhi protokol kesehatan yang berlaku dimanapun berada. Jangan lupa, untuk isi BBM dan saldo uang elektronik yang cukup selama diperjalanan.
Baca Juga: Waspadai Pelaku Wisata Nuthuk Saat Lebaran, Dispar Bantul Peringatkan Ada Sanksi
Berita Terkait
-
H-3 Idul Fitri, Pemudik Menumpuk di Terminal Kalideres, Diprediksi 3 Ribu Orang
-
Kata-kata Kreatif hingga Nyeleneh Takut Ditanya Kawin Nempel di Motor Pemudik
-
H-3 Lebaran Arus Lalu Lintas Jogja Masih Lancar, Masyarakat Disebut Sudah Mudik Lebih Dini
-
Kominfo Pastikan Operator Seluler Serius Jamin Layanan Komunikasi saat Mudik
-
Waspadai Pelaku Wisata Nuthuk Saat Lebaran, Dispar Bantul Peringatkan Ada Sanksi
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Impor Barang Modal RI Melonjak 34 Persen
-
Laba Bersih Melonjak 79 Persen, Seabank Bakal Luncurkan Debit Card Tahun Ini
-
Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 1,27 Miliar, Apa Saja Faktor Pendukungnya
-
Harga Cabai Rawit dan Beras Naik, Daging Sapi Turun Harga
-
Pembatasan BBM Berpotensi Bikin Harga Kebutuhan Pokok Naik
-
Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA
-
Harga Emas Pegadaian Minggu 5 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bakal Naik?
-
Profil PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), Emiten Fasilitas Batu Bara Milik Haji Isam
-
Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI
-
Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI